Universitas Malaysia Kembangkan Aplikasi Alquran untuk Penyandang Disabilitas Tuli

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, sekelompok peneliti dari Fakultas Qur’an dan Studi Sunnah di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) sedang mengembangkan sebuah perangkat lunak untuk memungkinkan orang yang mengalami gangguan pendengaran belajar Alquran.

“Orang-orang dengan tingkat kemampuan yang tidak biasa sering ditinggalkan pendidikan agama,” kata Norakyairee Mohd Raus, Kepala kelompok Ibnu Ummi Maktum (UMMI), seperti dilansir dari publikasi New Straits Times, Jumat, (27/07/2018).

Lebih lanjut, Mohd Raus menjelaskan pengembangan proyek memperhitungkan penggunaan platform Android untuk membuat Alquran dapat diakses di ujung jari orang-orang penyandang cacat dan gangguan pendengaran.  Fitur dari aplikasi smartphone termasuk interpretasi bahasa isyarat dan video interaktif teks Alquran dan transliterasi.

Raus menginformasikan bahwa aplikasi baru, bagian dari proyek "Wakaf Qur’an Isyarat", merupakan perpanjangan dari proyek saudara perempuannya, i-Sign QurANIS, yang memenangkan medali emas pada Pameran Inovasi, Teknologi dan Inovasi Internasional ke-28 di Kuala Lumpur.

“Proyek Wakaf Qur’an Isyarat sedang dalam tahap awal. Diperlukan lebih banyak dana dari Pusat USIM untuk Wakaf dan Zakat, unit penelitian UMMI, Yayasan Faqeh Yayasan Pendidikan Al-Quran untuk Anak-Anak Khusus, dan Asosiasi Tuli Negri Sembilan (Nesda). Sejak awal 2018, kami mengidentifikasi delapan ayat Alquran dan saat ini sedang merekam video dengan bantuan seorang penerjemah tanda. Kami berencana untuk membuat aplikasi tersedia melalui Google Play Store, “paparnya.

Sebelumnya, USIM meluncurkan prakarsa pendidikan agama bagi orang-orang berkebutuhan khusus pada 2006 ketika memulai penelitian tentang studi Braille Qur’an. Untuk melihat inklusivitas dalam pendidikan agama, cluster UMMI dibentuk di fakultas sebagai platform untuk penelitian dan layanan yang melibatkan komunitas kebutuhan khusus.

Malaysia adalah negara mayoritas Muslim di mana Islam dianut oleh 19,5 juta warga atau 61,3% dari total penduduk, menurut perkiraan tahun 2013. Islam diperkenalkan ke negara Asia Tenggara jauh oleh pedagang yang datang dari Arab, Cina, dan anak benua India. Ini menjadi mapan di abad ke-15. (fau/nst/dbs/foto: aboutislam)


Back to Top