Ini Tiga Mahasiswa UIN Walisongo yang Lolos Seleksi Konferensi Studi Fatwa Internasional

gomuslim.co.id- Tiga Mahasiswa S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang lolos seleksi untuk mengikuti ajang Annual Conference on Fatwa Studies yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Mereka adalah Fitri Kholilah, Ahmad Ainul Yaqin dan Muhammad Himmatur Riza.

Pengumuman hasil seleksi tersebut disampaikan oleh Ahmad Izzudin, Dosen Jurusan Ilmu Falak Pascasarjana UIN Walisongo di Kampus Ngaliyan, Semarang baru-baru ini. "Iya, ketiga mahasiswa UIN walisongo ini lolos seleksi untuk mengikuti Annual Conference," terangnya.

Ia menyebutkan, ketiga mahasiswa itu menulis makalah dalam bidang pengembangan ekonomi syariah dan analisis konten dakwah. Fitri Kholilah menulis “Peran Awal MUI dalam Sertifikasi Halal Di Indonesia (Eksistensi LPPOM MUI dan UU No.33 Tahun 2014 tentang JPH dalam Pandangan Pelaku Usaha Pangan).

Kemudian, Ahmad Ainul Yaqin menulis makalah tentang “Peran Fatwa MUI dalam Kenyamanan Beribadah (Studi Penetapan Arah Kiblat di Masjid Nurul Iman Klaten”. Sedangkan makalah Muhammad Himmatur Riza bertajuk “Rekomendasi Fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 dan Kriteria Unifikasi Kalender Hijriyah Global”.

Ketiga mahasiswa yang berhasil lolos seleksi Annual Conference on Fatawa Studies MUI ini juga tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, yang diasuh KH. Ahmad Izzuddin, pegiat ilmu falak.

Annual Conference on Fatawa Studies di gelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, 25 – 27 Juli 2018. Hadir dalam konferensi tahunan itu, para akademisi dan peneliti yang telah megirimkan karya tulis ilmiahnya dan telah dinyatakan lolos seleksi oleh tim penilai.

Annual Conference terselenggara atas kerjasama MUI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain pemaparan dan diskusi karya tulis ilmiah 25 makalah terpilih, juga diselenggarakan Peletakan Batu Pertama Menara MUI dalam rangka Milad MUI ke-43 dan Seminar Mengenai Fatwa MUI dan Kepemudaan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Saleh mengatakan, konferensi ini digelar guna mendengarkan kritik dan saran dari pada peneliti dan akademisi tentang fatwa–fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI. “Konferensi dimaksudkan untuk membahas peran Fatwa MUI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Niam.

Asrorun Niam mengatakan makalah yang terpilih dalam Annual Conference on Fatawa Studies itu membahas fatwa-fatwa MUI dalam berbagai bidang, seperti bidang pengembangan ekonomi syariah, pembangunan hukum nasional, analisis konten fatwa dan metode penetapan fatwa. Para pemakalah akan mamaparkan karya tulis mereka dalam diskusi panel yang akan berlangsung selama dua hari. (njs/kemenag)


Back to Top