Bank Syariah Mandiri Region I Medan Catatkan Pertumbuhan DPK Hingga Rp7,4 Triliun

gomuslim.co.id- Bank Syariah Mandiri Sumatera I Medan wilayah kerja Aceh, Sumut, Riau dan Kepri mencatatkan pertumbuhan positif. Pada Juni 2018, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah tersebut mencapai Rp7,4 triliun.

Menurut Region Head Sumatera I Medan Bank Syariah Mandiri, Ahmad Zailani, angka tersebut tumbuh Rp1,06 trilliun (16,8 persen) yoy dan tumbuh Rp354 miliar (5,02 persen) ytd dengan pangsa pasar (market share) 1,85 persen. Untuk DPK ini, pihaknya lebih banyak di tabungan dan giro.

“Sedangkan pembiayaan posisi Juni 2018 sebesar Rp5,9 triliun, tumbuh Rp726 miliar dan Rp314 miliar dengan pangsa pasar 1,93%. Lalu pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) nett sebesar 1,98%, NPF gross 2,6%. Cukup rendah NPF Bank Syariah Mandiri," ujarnya. 

Zailani menyebut pembiayaan posisi Juni 2018 sebesar Rp5,9 triliun, tumbuh Rp 726 miliar (14 persen) yoy dan Rp314 miliar (5,6 persen) ytd dengan pangsa pasar 1,93 persen. Pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) nett sebesar 1,98 persen, NPF gross 2,6 persen. “Cukup rendah NPF Bank Syariah Mandiri,” terangny.

Dari sisi aset, jelasnya, juga terus tumbuh positif. Dimana posisi Juni 2018 sebesar Rp9,5 triliun tumbuh Rp1,1 triliun dan tumbuh Rp436 miliar. Sedangkan untuk laba yang diraih juga meningkat, yaitu untuk bulan Juni 2018 mencapai Rp139 miliar tumbuh 20,2% atau Rp23 miliar dibanding posisi sama 2017 sebesar Rp115 miliar.

"Pertumbuhan bank syariah terus meningkat seiring dengan makin banyaknya pemahaman masyarakat tentang syariah. Namun secara nasional pangsa pasar bank syariah masih 8%. Artinya, masih banyak peluang untuk merebut pasar," ungkapnya.

BSM sendiri ke depan, fokus pada produk emas yakni Gadai Emas dan Cicil Emas. Produk emas ini banyak disukai masyarakat. Jadi masyarakat umum yang bukan nasabah BSM juga dapat menggadaikan emas atau mencicil emas. Sebagai contoh, katanya, gadai emas Rp1 juta, biaya hanya Rp7.000-an per 15 hari. Namun gadai emas ini dibatasi sampai Rp250 juta sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Omset gadai emas Desember 2017-Juni 2018 mencapai Rp468 miliar, ytd tumbuh 17 persen sebesar Rp279 miliar. Peminat gadai emas cukup besar. Banyak yang gadai emas sampai Rp250 juta atau sekira 500 gram emas. “Sesuai ketentuan OJK dibatasi sampai Rp250 juta, kalau tidak banyak lebih menggadaikan emasnya,” ungkap Zailani.

Untuk cicilan emas, pendapatan posisi Juni 2018 sebesar Rp19,19 miliar, tumbuh 5 persen. Cara cicil emas, contoh sesuai harga emas Antam Rp624.000/gram, untuk 10 gram harga belinya Rp6,24 juta, uang muka 20 persen (Rp1,248 juta) dan pembiayaan Rp4,992 juta. Jadi cicilan 1 tahun sebesar Rp454.110 per bulan, 2 tahun sebesar Rp245.618 per bulan dan seterusnya sampai paling lama 60 bulan dengan cicilan sebesar Rp122.726 per bulan.

BSM  dengan  kini “Mengalirkan Berkah”, melalui program bina lingkungannya (CSR), memberikan bantuan ke masjid, marbot, beasiswa, sarana pendidikan dan sebagainya. Kalau ada masjid di dekat kantor BSM yang bersih maka itu adalah salah satu kegiatan BSM membersihkan masjid. BSM juga memberikan sumbangan kepada 4.500 anak yatim seluruh Indonesia, 350 karyawan umroh. (njs/wartaekonomi/beritasore/foto:syariahbisnis)


Back to Top