#KabarHaji

Sistem Baru Keimigrasian Haji Khusus Diharapkan Bisa Terlaksana Tahun Depan

gomuslim.co.id- Sistem baru keimigrasian telah dilaksanakan, sebanyak 204 ribu jamaah haji Indonesia reguler telah mengikuti sistem baru tersebut. Pengambilan foto biometrik dan sidik jari untuk keperluan keimigrasian dilakukan di semua Embarkasi. Bahkan, untuk jemaah calon haji (calhaj) yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan verifikasi dokumen dan stempel visa di Bandara Soekarno-Hatta.

Jemaah haji khusus yang jumlahnya mencapai 17 ribu orang tahun ini, diharapkan dapat menikmati sistem baru keimigrasian tahun depan, sehingga jemaah haji reguler dan khusus tidak perlu lagi antre di Arab Saudi untuk mengikuti proses keimigrasian.

Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus dari Dirjen PHU Kementerian Agama RI, M Arfi Hatim mengatakan foto biometrik dan sidik jari (proses keimigrasian) diberikan untuk jemaah haji reguler di setiap Embarkasi, pihaknya berharap tahun depan sudah bisa diterapkan untuk haji khusus.

“Jika proses keimigrasian dilakukan sejak di Indonesia, maka jemaah haji Indonesia ketika sampai bandara di Arab Saudi tidak terlalu antre saat mengikuti proses keimigrasian,” ujar Arfi, Minggu (29/07/2018).

Tahun ini, jemaah haji khusus memang masih melakukan proses keimigrasian di Arab Saudi.

“InsyaAllah tahun depan proses keimigrasian jemaah haji khusus dilakukan di Indonesia,” pungkasnya.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad menyampaikan tahun ini jemaah haji khusus anggota Himpuh sebanyak 9.765 orang atau 58 persen dari seluruh haji khusus Indonesia. Sedangkan, jemaah haji khusus yang berangkat ke Tanah Suci melalui Himpuh sudah terproses eHajj (sistem haji elektronik) 95 persen. Sebanyak 60 persennya sudah tervisa.

"9.765 jemaah haji khusus diberangkatkan oleh 90 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), yang seluruhnya menempatkan jemaah haji khusus di enam Maktab di Majr Kabs, daerah yang dekat dengan Jamarat," tandasnya.

Sejauh ini, Himpuh memberangkatkan haji khusus dalam 19 kelompok terbang (kloter), dimulai 29 Juli hingga 17 Agustus 2018. Pelayanan Himpuh kepada anggota dimulai sejak pengurusan eHajj di Muasasah. Himpuh bekerjasama dengan perusahaan transportasi terkemuka di Makkah dan menggunakan 150 bus. (nat/himpuh/dbs/foto: kabar6)


Back to Top