Ketua Kaderisasi DMI: Pengelolaan Masjid Indonesia Kini Beri Ruang untuk Generasi Milenial

gomuslim.co.id- Sebuah survey dilakukan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) terhadap beberapa masjid di Indonesia. Survei tersebut menunjukkan kelompok generasi muda semakin tinggi melakukan ibadah di masjid.

Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda PP DMI M. Arief Rosyid Hasan menyebut temuan yang menarik di antaranya adalah, sebanyak 33,6 persen responden mengaku selalu datang beribadah di masjid setiap hari. Sisanya 66,4 persen responden tidak datang setiap hari.

“Sebanyak 33,2 persen responden menilai pengelolaan masjid saat ini menunjukkan representasi aspirasi generasi milenial,” ujarnya.

Dari survei tersebut juga tampak aspirasi generasi muda untuk perbaikan pengelolaan fasilitas di masjid. Sebanyak 96 persen responden menganggap perlu kegiatan pengajian, zikir, tabligh akbar di masjid. Dan 95 persen responden menganggap perlu kegiatan pendidikan, seperti kursus dakwah, pelatihan imam, pesantren kilat di masjid.

“Kemudian sebanyak 73,9 persen responden membutuhkan kegiatan usaha di masjid, seperti dalam bentuk koperasi, mini market ataupun warung. Dan sebanyak 67,3 persen responden merasa perlu diadakan kegiatan olahraga dan kebugaran di masjid,” lanjut Arief.

Dari survei yang dilakukan DMI menunjukkan mengenai kekhawatiran tentang masjid menjadi persemaian paham radikalisme tidak begitu merisaukan.

"Hanya 6,98 persen responden mengaku pernah menemukan materi ceramah yang berisi ajakan untuk memusuhi agama dan etnis tertentu. Dan hanya 2,03 persen yang setuju dengan materi tersebut," tandasnya.

Soal masjid digunakan untuk tujuan politik praktis masih juga ditemukan. Hanya 15,65 persen responden pernah menemukan materi ceramah yang berisi ajakan politik praktis di masjid. Dan hanya 15,54 persen yang setuju dengan materi tersebut.

Survei DMI ini dilakukan bekerja sama dengan Merial Institute, dengan melakukan survei terhadap generasi muda Muslim. Survei berlangsung pada 17 hingga 21 Juli 2018. Jumlah responden sebanyak 888 orang pemuda Islam berusia 16-30 tahun dan berdomisili di 12 kota besar, diantaranya Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Medan, Palembang. (nat/dbs/foto:idntimes)


Back to Top