#KabarHaji

Kemenag: Badal Haji Jemaah Indonesia yang Wafat dan Sakit Gratis

gomuslim.co.id- Pemerintah Indonesia akan membadal hajikan Jemaah haji yang wafat dan sakit tanpa dipungut biaya. Semua biaya tersebut akan ditanggung Negara. Hal demikian disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenetrian Agama Sri Ilham Lubis.

"Pemerintah menjamin badal haji gratis. Biayanya ditanggung negara. Petugas yang membadalkan tidak sembarangan. Ada proses seleksi yang dilakukan. Yang pasti petugasnya orang yang sudah berhaji. Nanti ada sertifikat badal hajinya, “ jelas Sri.

Menurutnya, semua aturan mainnya sudah tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Selain itu, Pelaksana Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Mohammad Adnan mengatakan ada sejumlah persyaratan bagi jemaah yang akan dibadalhajikan, yakni, meninggal setelah masuk asrama haji embarkasi, meninggal dalam perjalanan menuju Arab Saudi, meninggal di Arab Saudi sebelum wukuf, dan pasien dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.

"Harus ada penilaian medis bahwa pasien tidak bisa di-safariwukuf-kan (dibawa untuk wukuf di Arafah)," ujar Adnan.

Selain itu, kata dia, pasien yang mengalami gangguan jiwa berdasarkan surat keterangan dokter. Adnan yang sudah delapan kali menjadi petugas Badal Haji ini mengatakan, hingga Minggu (29/7), jumlah pendaftar jadi petugas Badal Haji sudah mencapai 100 orang.

"Rata-rata mukimin (WNI yang tinggal di Arab Saudi) yang mendaftar," jelasnya.

Adapun, biaya yang dikeluarkan negara untuk badal haji per petugas, lanjutnya, adalah 1.500 real (Rp6.000.000/kurs Rp 4.000 per 1 real).(mch/ha)

Sebelumnya, berdasar data yang diterima Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah, sampai Senin (30/07) pukul 13.05 WAS, sebanyak 91.378 jemaah. Rinciannya jumlah jemaah 90.258 orang dan petugas 1.120 orang.

Di sisi lain, hingga Senin malam waktu Saudi, tercatat jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal kini mencapai 15 orang. “Dua jemaah meninggal adalah Rasnam Ponidjan (64) dari kloter SUB-23 dan Adang Aliyudin (61) dari kloter JKG-05,” terang Kasi Kesehatan Daker Madinah, dr. Indro Murwoko, dalam rilisnya yang diterima Senin (30/07) sore waktu Saudi. (kemenag/dbs/foto: ilustrasi)


Back to Top