Begini Penjelasan IPB Terkait Terhentinya Beasiswa Mahasiswi Mualaf

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, viral kabar mengenai seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dicabut beasiswanya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara karena menjadi mualaf. Hal ini pun mendapat sorotan dan komentar beragam dari berbagai pihak.

Menurut keterangan pihak IPB sendiri, mahasiswi bernama Arnita Rodelina Turnip itu saat ini merupakan mahasiswa nonaktif. "Hingga kini status akademik Arnita adalah 'Non Aktif' dan bukan 'Drop Out' (DO). Pada prinsipnya Arnita masih tercatat sebagai mahasiswa di IPB dan sedang mengajukan pengaktifan kembali. IPB sedang memproses permohonan tersebut," tulis pernyataan tersebut, Rabu (1/8/2018).

Pihak IPB menjelaskan, pada awal September 2016, kampus menerima surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang berisi bahwa Pemkab Simalungun tidak lagi memberi dana kepada lima mahasiswa IPB penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Kabupaten Simalungun di antaranya karena alasan DO.

Sementara salah satu mahasiswa yang juga dihentikan beasiswanya adalah Arnita Rodelina Turnip. Namun, tidak disebutkan alasannya.

Ketua Tim BUD IPB, Ibnul Qayim saat itu memberikan balasan dengan memberikan rekomendasi agar tidak memutus beasiswa. Sebagai pertimbangan adalah sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) antara IPB dan Pemkab Simalungun Tahun 2015 dimana jangka waktu pelaksanaan pemberian beasiswa adalah dimungkinkan sampai sembilan semester.

Menurut IPB sendiri, nilai Arnita Turnip pada tahun pertama cukup bagus, yakni dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,71. Arnita sempat mengisi KRS Online semester ganjil 2016/2017 tapi tidak mengikuti perkuliahan di semester tersebut karena kendala biaya.

Kemudian pada semester genap 2016/2017, Sekretariat BUD IPB masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Arnita. Ia juga tidak melakukan proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Online semester genap sehingga status akademik Arnita adalah 'Mahasiswa non-Aktif'.

Kasus ini bermula saat orang tua Arnita, Lisnawati, melaporkan hal yang dialami putrinya ke Ombudsman awal Juli lalu. "Saya sudah ke Dinas Pendidikan tapi tidak ada jawaban. Stres dia karena pingin kuliah lagi," kata Lisnawati.

Arnita memang mualaf. Dia berpindah keyakinan dan masuk Islam pada September 2015. Pada 2016, beasiswanya dihentikan. Dia dikeluarkan sebagai penerima BUD. Arnita dan keluarganya pun tak pernah mendapatkan peringatan sebelumnya.

Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara sedang menangani pencabutan beasiswa yang menimpa Arnita. Beasiswa Utusan Daerah (BUD) diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kepada Arnita karena dia merupakan siswi yang berprestasi di Kabupaten Simalungun. Beasiswa itu juga yang kemudian mengantarkan Arnita menjadi mahasiswi di Fakultas Kehutanan IPB angkatan 2015.

Sementara itu, Ketua Alumni IPB 2008-2013, Muhammad Said Didu menuturkan, kasus penghentian beasiswa yang menimpa Arnita ini bisa diselesaikan pihak IPB dan alumni IPB.

“Sesuai penjelasan IPB dan komunikasi saya dengan Pak Rektor Arif Satria dan Ketua Umum Himpunan Alumni IPB bahwa Saudari Arnita bisa kembali aktif sebagai mahasiswa IPB karena yang bersangkutan masih status mahasiswa IPB walau non aktif. Sehingga dengan sudah adanya pihak yang bersedia menanggung biaya yang bersangkutan maka tidak ada lagi hambatan yang bersangkutan kembali aktif sebagai mahasiswa IPB,” tulisnya. (njs/rep/portalislam/foto:seruji)

 


Back to Top