Pasca Dua Tahun Renovasi, Masjid di Mesir Ini Kembali Dibuka untuk Umum

gomuslim.co.id- Menteri Kepurbakalaan Khaled El-Enany dan Menteri Wakaf Mokhtat Gomaa membuka kembali Masjid Al-Abbasi yang telah direnovasi selama hampir dua tahun. Pembukaan masjid yang berlokasi di Port Said, Mesir ini dilakukan pada akhir pekan lalu.

Masjid dengan menara dan kubahnya yang tinggi ini sebelumnya tersembunyi di bawah perancah ketika pekerja memperkuat dan memulihkan dindingnya. Masjid ini mengalami kerusakan karena pencemaran lingkungan. Kerusakan juga disebabkan tingkat kelembaban yang tinggi, dan kebocoran dari madiaa (air mancur yang digunakan untuk wudhu).

Menurut Sekretaris Jenderal dari Supreme Council of Antiquities (SCA), Mustafa Waziri, pekerjaan restorasi telah dilakukan sesuai dengan metode ilmiah terbaru. "Setiap upaya dilakukan untuk memastikan bahwa semua fitur arsitektur asli masjid dipertahankan," ujarnya, seperti dilansir dari publikasi Ahram Online, Selasa (07/03/2018).  

Ia menambahkan proses pemulihan masjid ini membantu memastikan bahwa monumen yang penting dilestarikan untuk generasi mendatang telah dihidupkan kembali dan diperbarui.

Sementara itu, Kepala Departemen Anti Kekerasan Islam dan Koptik di Kementerian itu, Gamal Mustafa, mengatakan masjid ini adalah masjid tertua kedua di Port Said setelah Masjid Al-Tawfiki. Dibangun oleh khedive Abbas Helmi II pada tahun 1904 di antara 102 masjid lain yang dibangun pada periode yang sama. Masjid kemudian diresmikan pada tahun 1905.

Masjid memainkan peran politik penting selama Agresi Tripartit melawan Mesir pada 1956. Masjid digunakan oleh Gerakan Perlawanan Populer di kota. Ini juga digunakan oleh Presiden Gamal Abdel Nasser untuk berdoa ketika dia mengunjungi Port Said.

Gharib Sonbol, kepala Administrasi Pusat untuk Pemulihan menyebut, masjid ini kehilangan beberapa elemen otentiknya selama pekerjaan pembangunan yang dilakukan sebelum pendaftarannya pada 2006. Ia menyebut, menurut gambar dan foto asli, langit-langit yang dicat kayu asli masjid telah dihapus dan diganti dengan yang konkrit. Lampu asli diganti dengan lampu yang modern.

Lingkungan masjid juga rusak parah selama Perang 1967 dengan Israel, ketika masjid melindungi penduduk daerah itu. Meskipun terjadi kerusakan bangunan, masjid masih mempertahankan sebagian besar elemen otentiknya. Hal ini karena setiap sudut memiliki ukiran dalam tulisan Kufic dihiasi dengan hiasan daun dan arabesque.

Selama pekerjaan restorasi yang dilakukan pada jendela dan pintu masjid, para pengembara menemukan sebuah relief yang ditulis dalam tulisan Kufic yang menunjukkan beberapa ayat dari puisi Al-Burda. Puisi itu ditulis oleh Imam Al-Busiri untuk memuji Nabi Muhammad. Pintu masjid juga dihiasi 16 ayat dari karya Al-Busiri. (njs/ahramonline/rep/foto:wikipedia)


Back to Top