Gempa Susulan Lombok, Dompet Dhuafa Hadirkan Dapur Keliling

gomuslim.co.id- Gempa bumi kembali mengguncang wilayah pulau Lombok pada Kamis (9/8/2018), pukul 12.25.33 WIB kemarin. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M = 6,2 yang kemudian dilakukan pemutakhiran menjadi Mw = 5,9.

Pusat gempabumi terletak pada koordinat 8,49 LS dan 116,19 BT, atau sebaliknya di darat pada jarak 13 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 16 km. Gempa susulan kembali ini yang membuat masyarakat panik. Mereka membutuhkan bantuan secepatnya, seperti tenaga medis dan obat-obatan, selimut perlengkapan bayi dan anak, tenda pengungsian dan kebutuhan makanan hingga udara bersih.

Dompet Dhuafa kembali menerjunkan Dapur Keliling (Darling) untuk membantu para korban gempa di posko Gangga, Lombok Utara. Direktur Program Dompet Dhuafa, M.Sabeth Abilawa, dan Dapur Keliling ini akan memenuhi kebutuhan para korban gempa.

“Dengan menu yang sederhana namun tetap kami diterbitkan dengan standar gizi yang cukup untuk para anak-anak, wanita hamil dan menyusui serta balita,” ujarnya.

Selain kegiatan Dapur Keliling, ada aksi layan sehat (ALS) Motor Keliling dengan layanan kesehatan untuk mobilitas ke beberapa wilayah yang, dan bermediasi sulit karena terputus akibat gempa. Motor keliling juga akan mendistribusikan bantuan logistik untuk umum oleh tim Dompet Dhuafa yang langsung disalurkan ke Masjid Ikhwanul Muttaqin, di Gangga, Lombok Utara.

Di sisi lain layanan kesehatan dengan kendaraan Motor yang telah digunakan dan desain khusus untuk kegiatan-kegiatan di bidang kesehatan dengan wilayah di Lombok Barat. "Motor Klinik ini direkomendasikan oleh seorang dokter dan perawat yang dapat membantu dan mengjangkau para korban gempa di wilayah terpencil dan akses yang sulit dengan kendaraan roda empat," kata Sabeth.

Sebelumnya, Tim Pshycological First Aid (PFA) terus menyusur dusun-dusun guna memberikan bantuan bagi anak-anak dan orang tua atas bencana yang terjadi. Tim PFA menemukan anak-anak dengan stres akibat gempa dan melihat para korban yang berjatuhan dilokasi. (njs/dd)