#KabarHaji

PPIH Antisipasi Distribusi Katering Saat Pesawat Jemaah Haji Indonesia Delay

gomuslim.co.id- Keterlambatan kedatangan pesawat pengantar jemaah haji Indonesia gelombang dua sempat membuat distribusi catering terganggu. Namun hal ini dapat diantisipasi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. PPIH Daker Bandara menegosiasikan dengan perusahaan penyedia katering.

Pada Kamis (9/8/2018) siang, keterlambatan terjadi pada pada penerbangan Saudi Arabia Airlines yang membawa jemaah dari Indonesia. Hal ini sebelumnya tidak diantisipasi katering sehingga makanan sudah mereka siapkan terlebih dahulu sementara jemaah belum tiba.

Maka dari itu, pihak Daker Bandara PPIH Arab Saudi meminta pihak katering menyiapkan masakan baru untuk jemaah yang nantinya tiba. Perusahaan bersedia pun bersedia setelah dinegosiasikan. "Memang membuat beberapa persoalan, tapi sejauh ini bisa kami antisipasi," kata Kasi Katering Daker Bandara, Sukai baru-baru ini.

Ia mengatakan, pihak perusahaan juga sudah memaklumi hal tersebut. Selain persoalan keterlambatan pesawat itu, gelombang kedua kedatangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Jeddah belum menemui kendala berarti. Sebanyak 7.000 hingga 9.000 boks makanan disiapkan untuk para jemaah bergantung jumlah kedatangan per hari.

Untuk mengantisipasi kurangnya paket untuk masing-masing rombongan bus jemaah, menurut Sukaidi jumlah katering dilebihkan dua hingga tiga boks per bus. "Jadi alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan jemaah tak mendapatkan paket makanan saat hendak berangkat ke Makkah," kata Sukaidi.

Di Bandara Jeddah, jemaah diberikan paket katering dalam bus sebelum keberangkatan ke Makkah. Paket makanan tersebut berisi sepotong ayam goreng dengan berat minimal 200 gram, nasi, puding, buah, dan air mineral.

Dua perusahaan dikontrak untuk menyediakan katering tersebut. Makanan untuk jemaah biasanya disiapkan satu hingga dua jam sebelum kedatangan. Masing-masing kedatangan per kloter beragam jumlahnya dari sekitar 360 hingga 450 orang. (njs/ihram/foto:okezone)

 


Back to Top