#KabarHaji

Ini Perbedaan Air Zamzam Asli dan Palsu

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, terungkapnya produksi air zamzam palsu di Semarang, Jawa Tengah menggunakan air isi ulang biasa. Hal ini membuat konsumen harus jeli dan berhati-hati. Jemaah diimbau agar membeli air zamzam di sejumlah toko oleh-oleh haji dan umroh yang terpercaya.

Kasi Penyiapan Transportasi Udara, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama RI, Edayanti Dasril mengatakan air zamzam dan air biasa secara sekilas memang tidak bisa dibedakan. Namun jika diminum akan sangat terasa perbedaannya.

"Rasanya memang beda dengan air biasa, kalau menurut saya lebih berat dan agak pedar dibanding dengan air yang biasa, dari sisi warna sama," tutur Edayanti, Jumat (10/08/2018).

Jika ditelaah lebih jauh, air zamzam memiliki pH yang berbeda dengan air biasa. Kadar mineralnya lebih tinggi sehingga saat melewati sinar X, air zamzam akan terlihat lebih pekat dan padat.

"Air zamzam lebih pekat dan volumenya lebih berat dibanding air biasa, itulah kenapa air zamzam mengenyangkan," lanjut dia.

Salah satu tugas Seksi Penyiapan Transportasi Udara adalah penanganan air zamzam untuk dibawa pulang oleh jemaah haji Indonesia. Menurut peraturan yang berlaku, setiap jemaah haji berhak mendapatkan satu galon air zamzam dengan ukuran lima liter.

Kata Edayanti, air zam-zam dapat diperoleh gratis dan diberikan pemerintah Arab Saudi kepada seluruh jemaah haji. Pemerintah Saudi tidak menjualnya. Namun, pihak penerima hanya perlu mengeluarkan 10 riyal per galon untuk biaya pengemasan.

Sedangkan, tiap jemaah haji dibatasi hanya mendapatkan satu galon berisi lima liter. Pemerintah Saudi sendiri melarang keras penjualan air zamzam dan sekarang sangat dibatasi jumlah pemberiannya.

"Jadi kalau sampai dijual di pasaran, palsu mungkin tidak, tapi kemungkinan besar dicampur dengan air biasa. Makin mahal harganya, kemungkinan persentasi air zamzam lebih banyak dibanding air biasa. Sebaliknya, makin murah harganya kemungkinan persentasi air zamzamnya lebih sedikit,” pungkasnya.

Seorang pemilik toko oleh-oleh haji, Ade Fyrman mengatakan oknum yang memproduksi air zamzam palsu telah merusak reputasi toko-toko yang berjualan secara jujur.

Bahkan, ia sendiri menjamin air zamzam yang dijualnya asli. Ade mendapatkannya dari biro-biro perjalanan yang membawa langsung dari Arab Saudi. Kerja sama tersebut sudah dijalin sejak ia mendirikan toko pada 2014.

Salah satu cara pencegahannya, lanjut Ade, pihak pembeli, baik pemilik toko di Tanah Air maupun jemaah harus jeli saat mendapatkan air zamzam. Pasalnya, produk asli dan palsu memang hampir mirip namun masih dapat dibedakan.

"Kalau yang asli itu ada logonya, logo produksi dari Saudi, bentuk galonnya juga berbeda, kertas kemasan pun beda antara percetakan Saudi dan Indonesia," tutur dia. (nat/republika/dbs/foto:jualzamzamasli)

 


Back to Top