Malaysia Siap Gelar Konferensi Pertama di Dunia Tentang Teknologi Finansial Syariah

gomuslim.co.id-  Dalam rangka mendukung perkembangan teknologi finansial dunia, khususnya pada keuangan syariah, Malaysia menggelar konferensi pertama di dunia yang membahasa ekonomi syariah. Acara tersebut berlangsung pada 18-19 September 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia akan diadakan Global Islamic Fintech Summit 2018 (GIFS2018).

Konferensi pertama di dunia ini terselenggara atas dukungan dari Malaysia World’s Islamic Finance Marketplace (MIFC) bekerjasama dengan EthisVentures dan Islamic Markets Malaysia, dan BTPN Syariah sebagai partner emasnya.

CEO EthisVentures dan pendiri Islamic Fintech Alliance, Umar Munshi menegaskan, pentingnya teknologi finansial syariah ini.

“Ini waktu yang sangat tepat untuk secara lebih serius melihat bagaimana dan kenapa teknologi finansial bisa dan akan terus mengubah berbagai aspek dalam kehidupan kita di masa mendatang. Kita sekarang hidup di dunia yang terkoneksi secara global. Dengan teknologi finansial kita menciptakan dan menguatkan pasar sendiri dengan transaksi serta perdagangan di antara kita,” jelasnya.

Inisiatif ini lahir dari konferensi ekonomi halal global atau Global Islamic Economy Entrepreneurship Convention (GIEEC) yang sukses diadakan Dubai, Uni Emirat Arab, dan Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi finansial dan bisnis start-up.

Selain itu, GIFS2018 ini juga fokus pada dua tema besar, yaitu, pertumbuhan teknologi finansial dalam ekosistem keuangan syariah dan menjembatani jurang antara teknologi finansial dan keuangan syariah.

Acara ini bertujuan untuk mendiskusikan tren mutakhir dalam ekosistem teknologi finansial Islam; menganalisis implikasi dari teknologi finansial dalam lingkungan keuangan; mempercepat inovasi dalam industri keuangan Islam dengan memfasilitasi kerjasama, pertukaran bisnis dan kesempatan kolaborasi; mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi finansial syariah ke arah yang berkelanjutan (sustainable), etis, dan bertanggungjawab; serta mempercepat laju perkembangan inovasi dan start-up dalam teknologi finansial syariah.

Adapun, para peserta konferensi ini adalah mereka para pemangku kebijakan, pimpinan korporasi, bankir, akademisi dan peneliti, dan para inovator di bidang teknologi finansial syariah.

Untuk diketahui, industri teknologi finansial syariah punya potensi yang sangat besar mencapai USD 1.8 miliar. Karena itu GIFS2018 akan mengundang para pelopor bidang teknologi finansial syariah untuk bersama-sama mendorong inovasi di bidang ini.

Industri teknologi finansial terus tumbuh secara signifikan dengan total investasi USD 17,4 miliar pada 2016. Menurut Deloitte, total investasi dalam industri teknologi finansial diperkirakan mencapai USD 46.0 miliar pada 2020. Investasi besar-besaran ini menggambarkan bahwa ada optimisme dari para investor akan pertumbuhan industri teknologi finansial ini.

Di sisi lain, total aset global industri keuangan syariah diperkirakan antara USD 1.6 triliun sampai USD 2.6 triliun, dengan potensi pertumbuhan mencapai USD 5 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini diperkirakan akan kian melesat jika industri keuangan syariah ini mengembangkan teknologi finansial syariah. (fau/sharianews/dbs/foto:gifs)

 


Back to Top