#KabarHaji

Jelang Puncak Haji Armina, PPIH Siapkan 1.470 Bus untuk Layani Jemaah Indonesia

gomuslim.co.id- Puncak haji 1439H/2018M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) tebalkan akan jatuh pada pekan depan. Langkah persiapan pun telah dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Salah satunya adalah terkait transportasi bus untuk jemaah.

Kabarnya, pemerintah telah menyiapkan 1.470 bus untuk melayani jemaah Indonesia pada saat proses puncak haji tersebut. Semua bus ini mengelola di 70 maktab yang masing-masing mengerahkan 21 bus.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid, mengatakan setiap satu bus mengangkut 144 penumpang. “Bus Terbang membawa penumpang ke Arafah dan kembali ke pemondokan untuk menjemput jemaah lainnya, sebanyak tiga kali. "Pengangkutan jemaah bertahap," ujarnya, Minggu (12/08/2018).

Usai menjalakan wukuf, jemaah akan Berjalan menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam. Tepatnya pada 9 Dzulhijjah hingga tengah malam. Bus yang akan digunakan setiap maktab sebanyak tujuh unit untuk membersihkan kemacetan. Jarak antara Arafah ke Muzdalifah hanya empat kilometer.

Selanjutnya dari Muzdalifah, jemaah kemudian dialihkan ke Mina. Angkutan ini dilaksanakan mulai dini hari, pada 10 Dzulhijjah hingga pukul 07.00 pagi. Bus yang mengalokasikan sebanyak lima unit per maktab. "Hal ini dilakukan langsung pada rute Arafah ke Muzdalifah. Jarak Muzdalifah ke Mina sekitar dua kilometer," ujar Subhan.

Kemudian, pengangkutan jemaah dari Mina ke Makkah dalam dua tahap. Bus ini pertama diperuntukkan bagi jemaah yang mengambil nafar awal pada 12 Dzulhijjah mulai pukul 07.00 sampai dengan 16.00. Bus yang dialokasikan sebanyak 21 unit per maktabekarang jalan Makkah-Arafah.

Bagi jemaah yang mengambil nafar kedua, bus akan siap melayani pengangkutan pada 13 Dzulhijjah mulai pukul 07.00 hingga selesai. "Bus yang dialokasikan sebanyak 21 unit per maktab," ujar Subhan. Dia menambahkan, pihaknya memastikan bus yang mengangkut jemaah Indonesia dalam kondisi layak.

Menurut Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin, puncak haji Armina ini adalah titik kritis. Seluruh perhatian dan tenaga jemaah berikut PPIH akan terkonsentrasi di sana. Pada 8 Dzulhijjah, jemaah digerakan ke Arafah secara terus-menerus. Mereka menginap di daerah pertemuan Adam dan Hawa yang setelah terpisah ratusan tahun.

Di sana jemaah berzikir, beribadah, menjaga perilaku dan tutur kata. Hal sama juga mereka lakukan saat mabit di Muzdalifah pada tanggal itu setelah mentari ranjang. Di sana mereka menetap hingga hari berganti. Pada pukul 01.00 dini hari tanggal 10 Dzulhijjah jemaah di putar ke Mina untuk mengangkat jumrah aqabah.

Pada tahap ini, jemaah harus berjalan jauh ke sampai ke daerah jamarat. Dari jam ke jamarat, mereka harus berjalan minimal dua kilometer. Kemudian kembali lagi ke tenda melalui jalan yang lebih jauh sekitar tiga kilometer. Setelah itu mereka masih diarahkan untuk tawaf ifadah di al-Haram. Praktis mereka akan sangat nyata di sini. “Sebagian besar stamina jemaah tersita di sana, seluruh jemaah harus dipusatkan di Arafah dan Mina,” kata Lukman.

Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) Jaetul Muchlis mengatakan, tenda di masing-masing titik tadi terbatas. Namun, Muassasah dan Maktab mengupayakan untuk mengurangi tenda petugas. Fasilitas yang ada akan diprioritaskan untuk jemaah.

Fasilitas tenda di Arafah sudah permanen. Di sana lokasi tenda jemaah sudah dibagi per maktab sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Namun, pihaknya menekankan, tenda Indonesia harus dikhususkan untuk jemaah kuota.

Sedangkan tenda jemaah non-kuota atau furoda harus disendirikan.

“Jadi ini harus sesuai kontrak. Jangan sampai ada jemaah furoda masuk ke penginapan kita. Itu kita minta betul ke muassasah. Karena tempatnya terbatas, ”katanya.

Sedangkan di Mina, tenda yang ada akan dimaksimalkan untuk kenyamanan jemaah. “Kita buat dasar rumah di tenda-tenda Mina terutama yang meninggalkan jemaah yang kembali ke hotel. Kita optimalkan tempat itu buat pergerakan petugas, ”kata Jaetul.

Pihaknya mengimbau petugas haji untuk sigap dalam menggerakkan pada saat Armina. Pada tanggal 7 Dzulhijjah pukul 19.00 waktu setempat, tim Armina sudah meluncur. Mereka mengecek kesiapan akhir nyaman di Arafah.(njs/ihram/foto:merdeka)


Back to Top