#KabarHaji

Ribuan Petugas Haji Siap Dampingi  Jemaah Haji di Armina

gomuslim.co.id- Untuk mobilisasi jemaah selama puncak haji, sebanyak 3.849 petugas haji akan dikerahkan. Mereka akan mempersiapkan kebutuhan jemaah untuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina (Armina).

Kepala Satuan Operasi Armina Jaetul Muchlis mengatakan mereka akan dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah satgas Arafah yang akan tiba di Arafah pada 7 Dzulhijjah pukul 19.00 waktu setempat. Mereka akan mengecek kesiapan akhir tenda tempat jemaah wukuf beserta dapur dan toilet.

“Kedua adalah satgas Muzdalifah. Sebelum jemaah berangkat ke sana, satgas ini akan lebih dulu berangkat ke Muzdalifah pada 9 Dzulhijjah siang.,” tutur Jaetul di Syisyah Makkah pada Rabu (15/08/2018).

Kemudian jemaah digerakkan ke Muzdalifah pada sore hari. Sedangkan Satgas Mina akan mengecek kesiapan segala pelayanan jemaah. pada 10 Dzulhijjah dini hari pukul 01.00 waktu setempat jemaah dipindahkan ke Mina untuk jumrah aqabah.

“Semuanya kita kerahkan. Ini adalah puncak haji yang membutuhkan perhatian ekstra, momentum yang sangat melelahkan,” kata dia.

Sementara itu, jamaah haji akan berada di Mina sampai 12 Dzulhijjah bagi yang menyelesaikan Nafar Awal. Sedangkan jemaah yang melengkapi lempar jumroh sampai 3 hari atau nafar sani akan berpindah ke pemondokannya pada akhir hari tasyrik atau 13 Dzulhijjah.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin mengatakan ketika di Mina kondisi jemaah haji sudah lelah. Tenaga mereka banyak dikuras untuk melaksanakan ibadah di Masjid al-Haram, dan rangkaian puncak haji, seperti wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Jemaah gelombang pertama lebih lelah lagi. Mereka sudah menghabiskan waktu untuk sholat jemaah di Masjid Nabawi 40 kali (Arbain).

“Praktis ketika di Mina tenaga mereka banyak diporsir,” ujar Menag.

Akomodasi selama Armina jauh berbeda dengan hotel yang biasa mereka tempati, baik ketika di Madinah atau pun Makkah yang terebar di tujuh wilayah. Penginapan tersebut berbintang dengan kenyamanan yang terjamin. Sementara di Armina mereka hanya menginap di tenda kemah. Di sana mereka berkumpul dengan jemaah haji dari berbagai daerah.

Sedangkan fasilitas toilet terbatas. Mereka harus menempuh perjalanan jauh menuju jamarat. Selama armina, kesabaran dan ketahanan fisik jemaah haji diuji.

“Mohon diimbau agar petugas memusatkan konsentrasinya mendampingi jemaah haji,” pungkasnya. (nat/dbs/foto:kemenagkaltim)

 


Back to Top