#KabarHaji

Ini Alasan Kemenag Tidak Fasilitasi Ibadah Tarwiyah untuk Jemaah Haji Indonesia

gomuslim.co.id- Kementerian Agama (Kemenag) tidak memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang ingin bekerja tarwiyah. Alasannya, Kemenag ingin menyesuaikan dengan pemerintah Saudi melalui peraturan hajinya yang tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Halices karena pelaksanaan tarwiyah tidak termasuk rukun atau wajib haji.

Ibadah tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijjah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan udara di Mina pada hari itu untuk perjalanan di Arafah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, pihaknya tidak melarang jemaah yang akan melakukan tarwiyah, namun juga tidak akan memfasilitasi. Sebab menurut Menag, dalam penyelenggaraan pemerintahan haji berpedoman kepada keabsahan ibadah. "Tidak pada afdloliyat atau keutamaan," tegas Menag di Kantor Daker Makkah 'Al Mabrur', Selasa (14/8/2018) siang.

Menag pengingat, bagi jemaah yang Penerapan tarwiyah maka haruslah menyiapkan kondisi fisik yang prima. "Kondisi kesehatan yang terkuras dan diperiksa karena harus melakukan perjalanan ke Mina baru kemudian bergabung dengan jemaah reguler lainnya di Arafah," kata Menag.

Saat ini, imbuh Menag, Mina sebenarnya dalam kondisi yang belum siap ditinggali jemaah. "Karena pada saat yang sama seluruh muassasah, maktab dan pertolongan kami fokus berada di Arafah," jelasnya lagi.

Hal ini menurut Menag, membuat jemaah tarwiyah rawan dalam aspek kenyamanan dan kenyamanan. “Saya imbau regu dan rombongan serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji memiliki tanggung jawab tinggi untuk jemaahnya yang ikut tarwiyah,” pungkasnya. (njs/ kemenag)


Back to Top