#KabarHaji

Menag Imbau Jemaah Gunakan Uang Saku untuk Membeli Kebutuhan Pokok

gomuslim.co.id- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin mengimbau agar uang saku yang diberikan kepada jemaah sebesar 1.500 riyal dapat dipergunakan dengan bijak. Uang tersebut sebaiknya digunakan pada saat makanan dari katering berhenti sementara menjelang puncak haji. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin menjelaskan, uang tersebut harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok jemaah.

“Pada H-3 hingga H+2 fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) layanan katering dihentikan karena tidak ada angkutan,” ujar Menag di kawasan Raudhah Makkah, Rabu (15/08/2018).

Kebijakan menghentikan distribusi dan produksi makanan katering dan juga transportasi dari penginapan menuju Masjid al-Haram tidak sembarangan. Rujukannya adalah keputusan Komisi Tertinggi Pengawas Transportasi Haji Saudi yang melarang moda transportasi beroperasi di Makkah pada periode tersebut.

Banyak jalan ditutup mulai Kamis (16/08/2018) hingga prosesi haji selesai pada 13 Dzulhijjah atau akhir hari tasyriq. Ketika itu semua jemaah haji sudah menyelesaikan rukun dan wajib haji dengan sempurna. Bahkan sebagian di antara mereka sudah lebih dulu selesai melaksanakan rangkaian haji sehari sebelumnya (nafar awal).

Sejak Kamis (16/08/2018) hingga prosesi Armina, jemaah dapat menggunakan biaya hidup tadi untuk membeli makanan sehari-hari. Harga makanan di sekitar Makkah bervariasi, mulai 15 hingga 30 riyal. Makanan khas Arab biasanya berupa shawarma dengan daging panggang yang dibungkus tortila.

Kemudian ada pula yang berupa nasi khas Arab, seperti mandhi dan bukhori yang ditaburi daging kambing yang lembut. Masakan ini dibuat dari perpaduan bawang, kapulaga, jintan, ketumbar, lada, kayu manis, tomat, dan lainnya. Nasi dimasak dengan kuah kaldu daging yang direbus hingga empuk.

Menu tersebut mudah ditemukan di banyak tempat makan. Sedangkan menu masakan Indonesia hanya dijual di sejumlah restoran besar. Ada juga warga Indonesia yang tinggal di Saudi (mukimin) yang nekat menjual nasi bungkus dengan lauk khas Indonesia secara diam-diam. (nat/dbs/foto:rri)

 


Back to Top