#KabarHaji

Dua Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Saudi

gomuslim.co.id- Semua calon jemaah haji Indonesia sudah berada di Tanah Suci. Dua kloter terakhir dari Tanah Air yakni Kloter 95 dan Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (16/8) dini hari waktu setempat.

Menurut Sekretaris Daker Bandara Abdillah Muhammad, tidak ada halangan berarti sepanjang gelombang kedatangan hari terakhir tersebut. “Alhamdulillah lancar semua, tidak ada halangan berarti sepanjang kedatangan kali ini,” ujarnya.

Sebanyak 408 jemaah dan petugas tiba dengan Kloter 95 Jakarta-Bekasi sementara sebanyak 349 datang dengan kloter 96. Kedatangan kedua kloter tersebut nyaris bersamaan. Belum lagi seluruh jemaah dari Kloter 95 yang mendarat pukul 02.30 waktu setempat menaiki bus, jemaah Kloter 96 mendarat tepat pada pukul 03.01 dan menyusul ke bus.

Lekasnya pendorongan jemaah tersebut karena masing-masing kloter datang melalui jalur cepat. "Jadi benar-benar tidak ada jeda. Langsung sama-sama menuju bus,” kata Abdillah.

Jarak waktu pendaratan hingga keberangkatan ke Makkah juga hanya sekitar satu jam sehubungan seluruh jemaah telah berpakaian ihram. Menurut Abdillah, pada tahun-tahun sebelumnya waktu tunggu jemaah kloter terakhir bisa mencapai enam bahkan sepuluh jam sehubungan padatnya Bandara King Abdulaziz.

Hari terakhir gelombang kedua dimulai dengan kedatangan Kloter 82 Embarkasi Surabaya pada Rabu (25/8) pukul 09.15 waktu setempat yang membawa 450 jemaah. Setelah itu, menyusul Kloter 93 Embarkasi Solo mrmbawa 360 jemaah.

Sebanyak enam kloter kemudian menyusul hingga pergantian shift petugas haji Indonesia pada pukul 20.30 waktu setempat. Kloter 95 Embarkasi Solo yang tiba pada waktu itu. Jeda ketibaan paling lama berkisar dua jam dengan beberapa pendaratan jaraknya hanya 15 menit satu sama lain.

Pada shift dua, dimulai dengan kedatangan Kloter 94 Embarkasi Jakarta-Bekasi pada pukul 21.35 waktu setempat dan kemudian ditutup empat pendaratan selanjutnya dengan Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi pada Kamis (16/8) pagi.

Jumlah rekap kedatangan jemaah dan petugas hingga menjelang kedatangan kloter-kloter terakhir mencapai 202 ribu jemaah. Sebagian sisa jemaah lainnya dari kuota 221.000 tahun ini datang melalui jalur haji khusus, dan sebagian lainnya batal berangkat dari Tanah Air dengan berbagai alasan.

Suasana Bandara Jeddah pada Kamis (16/8) dinihari tersebut riuh dipenuhi kedatangan dari berbagai negara. Bersamaan dengan jemaah kloter terakhir Indonesia, datang juga jemaah dari Pakistan, Iran, Malaysia, dan Tajikistan.

Ade Suwandi (63 tahun), seirang jemaah Kloter 95 Jakarta-Bekasi asal Cikarang mengatakan tak keberatan dapat jatah berangkat paling akhir. “Biasa saja, memang sudah jatahnya. Yang penting bisa sampai Tanah Suci,” kata dia.

Sedangkan Amir Suwanda (81) dari Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi juga mengatakan hal serupa. Terlepas dari usianya, ia masih kuat berjalan tanpa tumpuan. Pensiunan pegawai negeri itu mengatakan ingin mendoakan almarhumah istrinya di Tanah Suci nanti.

Sementara itu, Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara Rachmawanti Agustina menuturkan, ada satu jemaah sempat mengalami demam sepanjang hari terakhir kedatangan kloter terakhir tersebut. Jemaah tersebut diperiksa sebentar oleh tim kesehatan bandara dan akhirnya diperbolehkan berangkat bersama rombongannya ke Makkah.

Sejauh ini, kata dia, masih tiga jemaah yang tiba dengan kloter-kloter sebelumnya yang dirujuk ke RS King Abdullah di Jeddah. Dari jemaah-jemaah tersebut, satu dipastikan akan dibadal hajinya, dan dua masih menunggu perkembangan. “Begitu diperbolehkan keluar akan langsung kita jemput dari Makkah untuk nantinya ke Arafah,” kata Rachmawanti.

Sementara pasien yang harus dibadalkan, kata dia, berasal dari Embarkasi Solo dan mengidap penyakit paru-paru kronis dan masih harus terus menggunakan alat bantu pernapasan. Dengan pungkasnya kedatangan jemaah Indonesia, tim kesehatan di bandara akan langsung bertolak ke Makkah. (njs/ihram/foto:liputan6)


Back to Top