#KabarHaji

Hujan dan Badai Pasir Terjang Arafah Minggu Malam

gomuslim.co.id- Pada Minggu malam, Minggu, (20/08/2018), Arafah seketika dilanda badai debu yang disertai hujan. Wilayah suci ini kemungkinan akan mengalami suhu ekstrim dan kelembaban tinggi pada hari Senin ini yang merupakan hari wukuf di Arafah. Sementara Wukuf sendiri merupakan salah satu rukun utama dari ibadah haji.

Seperti yang dilansir dalam alarabiyya.net, Senin, (20/08/2018), menurut perkiraan Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan, badai pasir dan hujan kemungkinan akan menghantam tempat-tempat suci dan Mekkah sampai Senin malam.

Hussain Al-Qahtani, juru bicara Otoritas Umum, mengatakan bahwa fluktuasi iklim yang terjadi hari ini akan berlanjut hingga besok malam karena suhu dan tingkat kelembaban yang cukup tinggi yang akan mencapai puncaknya pada sore hari.

Daerah ini kemungkinan akan mengalami 43 derajat suhu sementara itu tingkat kelembaban akan mencapai 65 persen selain jatuhnya visibilitas sampai ke 7 km.

Jemaah haji yang sudah berada di padang Arafah sebelum maghrib kemarin sempat terkejut dan panik ketika kondisi cuaca berubah dan tiba-tiba terhembus angin yang begitu kencang. Karena kencangnya angin, tenda-tenda yang ditempati para jamaah haji bergetar cukup keras.

Namun untungnya, tenda yang terpasang di Arafah berjenis roundes dengan tiang penyanggah besi yang sangat kokoh sehingga tidak mudah goyah dan roboh.  Namun suasana kembali bertambah pani ketika aliran listrik padam total secara mendadak. Karena panic melihat kondisi demikian, ada juga beberapa jamaah haji yang keluar dari tenda karena takut ambruk.

Meski badai terus menerjang kawasan ini, ada juga beberapa jemaah yang memilih tetap bertahan di tenda-tenda yang telah disediakan. Di kalangan jamaah haji ini, ada yang berdoa dan ada juga yang mengumandangkan azan.

Sementara itu, di beberapa titik kawasan Mina, jemaah haji yang melakukan ritual tarwiyah sempat juga mengalami kepanikan. Akibat badai kencang tersebut, beberapa fasilitas tenda dan beberapa fasilitas lainnya ada yang roboh seperti dinding di bagian dapur umum. Belum ada tanda-tanda apakah jemaah haji yang menjalani tarwiyah di Mina akan dipindahkan atau tidak.

Sementara itu, dalam peristiwa yang cukup mengejutkan, angin kencang pada hari Minggu juga menyerang Masjidil Haram dan membuka tirai Ka'bah yang sebelumnya diganti. Karena kencangnya angin, tirai ka’bah juga sempat terbuka.

Kolonel Muhammad Al-Qamash, juru bicara Direktorat Pertahanan Sipil, memastikan bahwa badai pasir hari Minggu di Arafah tidak mempengaruhi sama sekali keselamatan para Jamaah.

“Ada sedikit kerusakan pada sejumlah tenda dan sudah dibetulkan seperti sedia kala. Situasi keseluruhan di tempat-tempat suci sudah stabil, ” katanya seraya mendesak para jemaah untuk mengikuti instruksi keselamatan yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang. (azs/dbs)

Penulis:

Abdul Aziz

Alumni S2 Linguistik UGM,

Peneliti di El-Bukhari Institute, dan Dosen Bahasa dan Sastra Inggris UNPAM


Back to Top