#KabarHaji

Jelang Puncak Haji, PPIH Siapkan Tim Mobile Crisis dan Rescue

gomuslim.co.id- Jelang fase puncak haji,  yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Pemerintah menyiapkan Tim Mobile Crisis & Rescue (MCR). Tim ini beranggotakan 233 orang.

Tim pengamanan ini akan bertugas memberikan pengamanan dan pertolongan pertama bagi jemaah yang membutuhkan. Wilayah operasi mereka akan dibagi ke dua jalur, yakni jalur bawah (Muaisyim-Syisyah) dan jalur atas (Kantor Misi Haji Mina-Jamarat).

"Tim ini bergerak untuk membantu berbagai permasalahan yang dialami jemaah," kata Menteri Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Menag, Tim MCR ini merupakan salah satu terobosan penyelenggaran haji 2018. Sebab,  tim ini baru dibentuk pada musim haji tahun ini.

"Kami menerapkan manajemen krisis dengan belajar dari tahun lalu, untuk menghadapi situasi terkini," ujar Menag.

Adapun, tim ini terdiri dari P3JH (Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji), TGC (Tim Gerak Cepat), TPP (Tim Promotif Preventif), Perlindungan Jemaah, MCH (Media Center Haji).

"Di dalamnya juga ada Tim Bimbingan Ibadah yang mensosialisasikan ketentuan agama yang dikaitkan dengan aturan Pemerintah Arab Saudi. Juga dikaitkan dengan pola gelar operasi Misi Haji Indonesia," jelasnya.

Sebanyak 203.351 jemaah haji reguler Indonesia dan 16.905 jemaah haji khusus mulai diberangkatkan menuju Arafah pada hari ini. Pemberangkatan mereka dibagi dalam tiga gelombang dari 165 pemondokan mereka, yakni pertama, pukul 07.00-12.00, kedua, 12.00-16.00, dan ketiga 16.00-24.00 waktu Arab Saudi.

Pemberangkatan jemaah haji reguler dilakukan di bawah kendali Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1439H/2018M. Sedangkan jemaah haji khusus, pemberangkatannya oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus. Jemaah haji reguler di Arafah dan Mina akan ditempatkan di 70 maktab. Setiap maktab berisi 3.000 jemaah.

Berdasarkan pemantauan di lapangan pada akhir pekan lalu, semua tenda sudah terpasang. Beberapa perbaikan masih terlihat di Arafah. Hanya beberapa tenda yang sudah terpasang karpetnya. Sementara di Mina, semua karpet sudah terpasang. Setiap maktab disiapkan 124 mist fan (penyejuk udara dengan embusan embun air), 2 genset, 5 tambahan urinoir, dan 30 tenaga kebersihan.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Ahad (19/08) pukul 09.00 WAS, sebanyak 92 jemaah asal Indonesia telah wafat. Sementara 212 jemaah sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan RS Arab Saudi. Bagi jemaah sakit, besok saat puncak wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah akan disafariwukufkan. (mch/kemenaghaji/dbs)


Back to Top