Founder DPS: Non Muslim pun Bisa Beli Properti Syariah  

gomuslim.co.id- Sektor bisnis properti syariah di Indonesia kini semakin berkembang. Kumpulan rumah dengan cara-cara syariah tidak hanya diminati oleh kalangan muslim, tetapi tidak sedikit di antara konsumen non muslim yang tertarik.

Demikian disampaikan Founder Developer Properti Syariah (DPS) Rosyid Aziz baru-baru ini. Menurutnya, istilah mengusung konsep syariah, bukan berarti tidak dapat digunakan oleh para pemeluk agama Islam meskipun jumlah mereka masih cukup sedikit.

"Paling dalam satu komplek yang isinya 50 (rumah) itu hanya 1-2 saja. Karena memang tujuan kami ini adalah teman-teman muslim (yang paham) bahwa uang perbankan itu ada ketidakbolehan," ujarnya.

Rosyid mengatakan ia hanya mengikuti nabi sunnah Nabi Muhammad SAW dalam membangun hubungan dengan pemeluk agama lain pada masanya. Saat itu, Nabi juga berdagang dengan kalangan orang-orang yang melakukan pinjaman atau utang dengan kalangan non muslim. "Jadi enggak masalah asal mau ikut aturan main," katanya.

Bagi konsumen non muslim, ia menambahkan ada beberapa syarat yang harus dicakup oleh pemilik properti ini. Misalnya, tidak boleh ada anjing di dalam rumah. "Ini pada awal kami persahanan. Karena ini lingkungan yang hampir semuanya muslim, jadi kami buat persyaratan yang kira-kira tidak membuat mereka tersinggung," tambah dia.

Ada beberapa halaman yang menawarkan properti dengan sistem syariah ini. Diantaranya adalah rumahhalal.com, saudagarproperti.com, dan propertisyariahanda.com. Halaman depan ini memberikan penawaran yang cukup menarik bagi konsumen.

Misalnya, jual beli tidak lewat secara langsung kepada pengembang tanpa menyebabkan pihak ketiga. Selain itu, harga yang ditawarkan tanpa bunga dan riba berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak (pembeli dan pengembang).

Hal lain yang tidak kalah menarik yaitu tidak ada denda atau penarikan rumah, jika ada pembeli yang telat minimal angsuran. Di samping itu, tidak ada proses pemeriksaan BI   karena pengembang tidak menggunakan perbankan sebagai pihak perantara. Hal inilah yang membuat calon pembeli yang bekerja di sektor informal yang tidak layak bankable.

Dengan demikian, para pengembang properti syariah adalah perorangan yang tergabung dalam sebuah komunitas. Mereka saling bekerja sama menggarap proyek di berbagai wilayah dengan segmen harga tertentu (njs/kompas/foto:dps) 


Back to Top