Temuan Arkeolog: Bakteri Keju Tertua di Mesir Diperkirakan Jadi Asal Mula Penyakit

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, isi dari guci pecah hasil temuan sekelompok arkeolog beberapa tahun silam terkuak. Isi dari guci yang pecah itu merupakan gumpalan yang belum dikenal di makam Ptahmes, seorang pejabat setara wali kota pada zaman Mesir Kuno.

Kini, isi dari guci tersebut sudah teridentifikasi. Para peneliti menyatakan guci itu ternyata berisi keju berusia sekitar 3.200 tahun.

Dengan perkiraan usia tersebut, keju produksi Mesir ini merupakan keju tertua yang pernah ditemukan di dunia. Hasil penelitian telah dipublikasilan di jurnal Analytical Chemistry pekan lalu.

"Ini adalah keju paling tua yang pernah ditemukan," ujar Enrico Greco, peneliti di Ilmu Kimia Universitas Catania.

Seperti dilansir dari publikasi BBC, Selasa, (21/08/2018), selain menjadi peneliti, Enrico adalah penulis studi keju tersebut. Para arkeolog mendapati zat padat berwarna keputih-putihan yang diduga makanan di dalam sebuah guci.

Namun kala itu para penemu belum bisa memastikan makanan apa yang diwadahi guci itu. "Material yang dianalisis kemungkinan adalah residu padat keju paling kuno yang pernah ditemukan. Kami tahu itu terbuat dari susu kambing dan domba. Tapi bagiku sangat sulit membayangkan bagaimana rasanya," tandas Enrico.

Di pihak lain, Profesor kimia dan ahli sejarah keju Paul Kindstedt mengungkapkan besar kemungkinan rasa keju purba tersebut sangat asam. Peneliti juga menyatakan mereka menemukan jejak-jejak bakteri yang dikenal sebagai brucellosis dan bisa menyebabkan penyakit. Bakteri ini masuk ke tubuh manusia lewat konsumsi produk turunan susu yang tidak dipasteurisasi.

“Gejala-gejala sakitnya antara lain demam, berkeringat, dan nyeri otot yang masih terjadi pada manusia hingga saat ini,” tandasnya.

Jika dugaan itu benar, keju kuno asal Mesir tersebut akan menjadi bukti tertua penyebab sakit demam dan sejenisnya. (nat/dbs/foto:universityofcataniaandcairouniversity)

 


Back to Top