#KabarHaji

Saat Wukuf Arafah, Menag Sampaikan Tujuh Pesan Ini untuk Jemaah Haji Indonesia

gomuslim.co.id- Jemaah haji dari seluruh dunia melaksanakan ibadah wukuf di Arafah pada Senin (20/8/2018). Dihadapan ribu jemaah haji Indonesia, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan di tenda Indonesia yang menggunakan masjid. Setidaknya, ada tujuh pesan yang disampaikan Menag saat puncak haji ini.

Pertama, Menag mengajak seluruh jemaah agar senantiasa bersyukur atas nikmat pesta di tempat dan hari agung. “Alhamdulillah kami mendapat kesempatan di tempat ini bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru bumi,” kata Menag.

Kedua, Menag juga mengingatkan, bahwa Allah Yang-Nya yang bersusah payah dari berbagai penjuru dunia dengan susah payah, untuk memohon ampunan-Nya. "Oleh wajar, Allah kemudian mendekatkan hamba-Nya di hari Arafah, dengan rubah rahmat, kemulian dan maghfirah (ampunan) -Nya," ungkapnya.

Ketiga, Menag menandaskan, saat wukuf maka jemaah berada di dimensi ruang dan waktu yang sangat istimewa. Karama Menagupaya untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar selalu mendapat pertobatan dari Allah SWT.

"Semoga kita juga dihindarkan dari cobaan dan bencana, perselisihan dan permusuhan dan demi rasa persaudaraan demi terpeliharanya keutuhan NKRI," imbuh Menag. Selain itu pihaknya juga meminta agar jemaah mendoakan warga Lombok yang tengah mendapat musibah gempa bumi.

Keempat, Menag juga menyinggung bahwa pelaksanaan wukuf kali ini hanya beberapa hari dari perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 Indonesia. “Rasa syukur tak terhingga atas nikmat kebebasan kita panjatkan dari tempat mulia ini,” ungkap Menag.

Kelima, Menag menyorotkan pesan Rasulullah saat haji wada '15 abad silam sedang kewajiban muslim menjaga darah, harta dan kehormatan. Keenam, menurut Menag keimanan, dapat dibuktikan dengan cinta sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai manusia.

Ketujuh, salah satu prinsip Islam dalam membangun masyarakat adalah menyatukan individu-individu. "Semangat persaudaraan kognitif yang menggerakkan kaum muslimin di Madinah untuk menyambut hangat lewat kaum muhajirin," urai Menag. "Semangat ini penting untuk kita kembangkan, uangnya menyongsong pesta demokrasi 2019," tambahnya.

Di luar itu, Menag memberikan penghargaan kepada petugas yang memberikan kemampuan terbaik. “Saya trenyuh (terharu) saat mengetahui banyak petugas tidak berhaji dengan tidak mengenakan ihram,” tandas Menag.

Sementara dua tanda haji mabrur menurut Menag adalah kisah tentang kepulauan dan orang-orang menyebar kedamaian dimanapun berada. "Maka mari kita manfaatkan di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, agar membuat haji kita mabrur," pungkasnya.

Hadir dalam puncak wasiat di Arafah ini Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan beberapa dubes lainnya, Pimpinan dan Anggota DPR, DPD, BPK, dan Komisi Pengawas Haji Indonesia. (njs/kemenag)


Back to Top