ROA Bank Syariah Masih Berada di Bawah Bank Konvensional

gomuslim.co.id- Bank umum syariah (BUS) masih dibawah bank konvensional dari sisi profitabilitas. Hal tersebut berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2018 yang menunjukkan rasio return on aset (ROA) bank syariah.

OJK mencatat, rasio pendapatan bersih yang diperoleh dari total aset BUS bank umum kelompok usaha (BUKU) 1 semisal di 0,35%, adapun BUS BUKU 2 di posisi 1,7%. Sedangkan BUS BUKU 3 ada di level 0,89%. Angka ini di bawah ROA bank konvensional yang berada di kisaran level 2,43%.

PT Bank BRI Syariah Tbk misalnya yang memiliki ROA sebesar 0,92%. Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyatakan, hingga 2018 BRI Syariah berupaya meningkatkan ROA di angka 0,97%.

Strategi BRI Syariah antara lain berusaha meningkatkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen konsumer. Ini melalui beberapa skema pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pembiayaan multiguna.

Selain itu upaya yang akan dilakukan oleh BRI Syariah dengan meningkatakan pembiayaan komersial melalui kerjasama sinergi dengan induk usaha yakni PT Bank Raykat Indonesia.

Karena itu, hingga akhir tahun 2018, BRI Syariah menargetkan perolehan laba sebesar Rp 225 miliar dengan target aset Rp 36,98 triliun. Sedangkan penyaluran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp 22,68 triliun serta penghimpunan dana pihak ketiga alias DPK sebesar Rp 28,28 triliun.

Sampai 31 Juni 2018, BRI syariah membukukan laba bersih setelah pajak tumbu 70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 120,157 miliar.Total aset mengalami peningkatan sebesar 20,87% yoy menjadi Rp 36,14 triliun dari sebelumnya Rp 29,9 triliun pada Juni 2017. Penghimpunan DPK meningkat 11,99% yoy dari Rp 23,9 triliun pada Juni 2017 menjadi Rp 26,8 triliun pada Juni 2018.

Adapun Direktur Utama Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono menyatakan, rasio profitabilitas UUS BTN hampir sama dengan bank konvensional. Ia menyebut baik BUS maupun unit usaha syariah (UUS) memiliki peluang yang sama dalam menghasilkan laba bila dibandingkan dengan Bank Konvensional.

"Lebih kurang sedikit lah, karena (bank) syariah itu faktornya bagi hasil sehingga pendapatnya tetap. Bila saat ekonomi naik turun maka akan menguntungkan syariah," ujarnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan bank konvensional mengandalkan bunga, bila mengalami kesulitan bunga maka akan direstrukturisasi dan pendapatan berkurang. Di BTN sendiri rasio profitabilitas UUS hampir sama dengan bank konvensional.

Pada Juni 2018, ROA BTN berada di posisi 1,98%. Nilai ini turun bila dibandingkan semester 1-2017 di posisi 2,18%. Sedangkan hingga akhir tahun akan menjaga ROA di posisi 1,7% hingga 1,9%. Pada semester I-2018, UUS BTN mencatat kenaikan laba bersih sebesar 15,02% year on year (yoy) menjadi Rp 226,28 miliar.

Sementara itu, PT CIMB Niaga Syariah mencetak pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 47,6% secara tahunan alias yoy menjadi Rp 327 miliar pada semestar 1-2018. Laba sebesar itu mampu memberikan kontribusi 29,9% pada laba sebelum pajak induk usaha, yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk. (njs/kontan)

 


Back to Top