#KabarHaji

Hari Kedua Tasyriq, Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Mina Setelah Lempar Jumrah

gomuslim.co.id- Pada hari Kamis, (24/08/2018), hari kedua Tasyriq, jemaah Haji terus melempar jumrah yang diarahkan kepada tiga replika Setan. Sebagian besar dari mereka telah meninggalkan Mina menuju Mekkah untuk melakukan Tawaf Al-Wada' (perpisahan perpisahan).

Menurut data statistik Kementerian Haji dan Umrah seperti yang dilansir dalam laman al-Arabiyya.net, Jumat, (24/08/2018), sekitar 70 persen dari 2,4 juta para Jamaah haji telah meninggalkan Mina dan menuju ke Mekkah.

Kementerian Haji dan Umrah telah meminta enam lembaga tawafa besar, berbagai kantor lapangan mereka serta perusahaan haji lokal untuk mengatur para jamaah Haji agar dapat menghindari desak-desakan dan kemacetan lalu lalang di seputar titik-titik rawan.

Para Jamaah yang terburu-buru mungkin tinggal di Mina selama dua hari pertama Tasyriq. Sementara  itu, bagi Jamaah yang masih betah mungkin tinggal di Mina sampai Jumat tiba, yakni hari ketiga dan terakhir tasyriq, setelah itu Mina ditinggalkan dan akan menjadi kota sepi dengan semua tendanya yang dilepaskan.

Kementerian meminta perusahaan tawafa mengatur para Jamaah agar kembali ke tempat penginapan mereka di Mina dan mengantarkan mereka ke Mekkah dengan mempertimbangkan jadwal masuk ke Masjidil Haram.

Adapun, jadwal masuk ke Masjidil Haram ini menjadi pertimbangan penting karena untuk menghindari membludaknya jamaah di dalamnya. Ini artinya bagi kementerian, perusahaan tawafa juga harus mempertimbangkan kapasitas Masjidil Haram dalam mengajak para jamaah Haji masuk ke dalamnya.

Komandan pasukan keamanan Haji, Jenderal Khalid Bin Qarar Al-Harbi mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada kasus membludaknya jemaah haji di daerah Jumrah. al-Harbi juga menambahkan bahwa kegiatan melempar jumrah berjalan secara lancar. Jemaahmelemparkan kerikil mereka secara teratur dan tertib dan kemudian pulang ke tempat penginapan masing-masing tanpa membalik jalur rute.

Selain itu, al-Harbi juga mengatakan bahwa rencana awal ritual pelemparan Jumrah pada hari kedua Tashrik yang telah dirumuskan sebelumnya telah diimplementasikan secara baik. Hal demikian juga berhasil dilakukan karena partisipasi dan kerjasama yang baik antara kementerian Haji dengan perusahan-perusahaan tawafa dan perusahaan-perusahaan haji setempat.

"Yang terpenting rencana awal kita ialah mempertimbangkan kapasitas ruang dan tempat dari semua tingkat Jembatan Jamarat. Hal demikian dilakukan untuk menghindari adanya desakan massal antara jamaah," demikian paparnya.

Selain itu, Kementerian mengatakan bahwa sebanyak 222.145 warga dan ekspatriat telah terdaftar di e-portal para Jamaah Haji domestik. Faiz Al-Barakati, direktur departemen kementerian untuk urusan para Jamaah Haji domestik, mengatakan 200 orang kebutuhan khusus dengan asisten mereka  telah terdaftar dalam program ini.

Dia mengatakan  bahwa 178 para Jamaah yang cacat telah meminta kursi roda plus asistennya untuk mendorong mereka saat berhaji. Sementara itu ada 438 para Jamaah Haji domestik yang hanya meminta kursi roda tanpa asisten pendorongnya.

Menurut al-Barakati, ada 600 Jamaah yang melakukan haji  untuk mewakili orang lain yang tidak bisa datang sendiri. Barakati mengatakan 31 anak para Jamaah domestik terdaftar di taman kanak-kanak yang telah didirikan oleh Kementerian bekerja sama dengan Departemen Pendidikan sementara 56 anak-anak terdaftar di pendampingan dan pengasuhan.

Selain itu, Kementerian juga mengatakan lebih dari 190.000 jamaah di Mekah, Mina, Arafat dan Muzdalifah dikembalikan ke tempat penginapan mereka selama hari-hari terakhir Haji.

Sekitar 1.260 Pramuka yang bekerja sama dengan kementerian dikerahkan untuk membimbing para Jamaah yang tersesat. Kementerian mengatakan sebanyak 361 barang milik Jamaah Haji yang hilang telah ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya sementara 11 barang lainnya masih dicari pemilik aslinya. (azs/dbs)

 

Penulis:

Abdul Aziz

Alumni S2 Linguistik UGM,

Peneliti di El-Bukhari Institute, dan Dosen Bahasa dan Sastra Inggris UNPAM

 

 


Back to Top