Proses Syar’i Vaksi MR Akan Didahulukan Kemenkes

gomuslim.co.id- Berkaitan dengan vaksin yang belum mendapat sertifikasi halal, Kementerian Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mendulukan sertifikasi halal vaksin MR. Hal ini diharapkan menghapus keraguan sebagian warga terhadap status vaksin impor tersebut.

Sebelumnya Kemenkes dan MUI bertekad mempercepat vaksin yang diimpor PT Biofarma. Dalam hal ini, upaya MUI dan Kemenkes didukung dinas kesehatan, organisasi kedokteran, dan penyedia vaksin.

"Kita sepakat kerugian dari vaksin yang belum jelas status kehalalannya lebih besar, karena itu proses syar’i ini akan didulukan," tutur Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Sebelumnya, MUI telah menyatakan status mubah pada vaksin produksi Serum Institute of India (SII). Vaksin boleh disuntikkan demi menekan laju infeksi penyakit campak dan rubella di Indonesia. Status mubah berubah jika ditemukan bahan vaksin yang sesuai hukum syariah.

Hingga saat ini, vaksin masih menjadi metode pencegahan paling efektif. Tanpa vaksin, sistem imun bekerja kurang optimal melawan infeksi virus. Kondisi ini berbahaya bagi anak yang umumnya belum punya sistem imun yang lebih baik.

“Anak yang terserang campak bisa mengalami komplikasi serius misal infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak, dan kematian,” papar Menkes Nila.

Namun, serangan rubella relatif lebih ringan daripada campak, namun bisa menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Anak yang terlahir dengan infeksi rubela berisiko mengalami cacat lahir misal kebutaan dan tuli. (nat/dbs/foto:okezone)


Back to Top