#KabarHaji

Petugas Bandara Miliki Mesin Deteksi Benda Cair, PPIH Imbau Jemaah Tak Selundupkan Zamzam di Koper

gomuslim.co.id- Terkait kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang akan dimulai pada Senin (27/08/2018) pagi waktu setempat, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mewanti-wanti jemaah agar tidak membawa sendiri air Zamzam dari Tanah Suci.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat di Jeddah, Minggu (26/08/2018), mengingatkan agar jemaah tidak boleh membawa Zamzam karena nanti akan diberikan jatah lima liter yang akan diterima di embarkasi masing-masing.

“Alasan pelarangan ini karena peraturan ketat penerbagan soal pelarangan membawa benda cair di pesawat,” tutur Arsyad.

Menurut Arsyad, nantinya pihak kargo yang ditugaskan mengangkut koper-koper bagasi jemaah akan melakukan penyisiran di hotel masing-masing jemaah yang akan diberangkatkan. Jika mereka menemukan jemaah yang mencoba membawa Zamzam langsung akan disita.

Namun, hal tersebut akan menimbulkan kerepotan bagi jamaah karena pada saat penyitaan tentu barang-barang bawaan jamaah yang sidah tersusun rapi dalam koper akan dibongkar petugas kargo. Saat pembongkaran tersebut, ada kemungkinan barang-barang bawaan jemaah tercecer.

Karena itu, Arsyad mengatakan, sebaiknya jemaah jangan coba-coba mengakali petugas kargo. Karena, petugas kargo ini memiliki alat pemindai yang bisa mendeteksi keberadaan benda cair dalam koper.

“Jadi mencoba membawa Zamzam dalam botol kecil juga jangan,” pungkas Arsyad memperingatkan.

Demikian juga, jamaah tak diperkenankan membeli paket Zamzam di bandara tempat mereka bertolak, baik Bandara King Abdulaziz Jeddah maupun Amir Muhamman bin Abdulaziz Madinah. Di bandara, kata Arsyad, akan dilakukan juga pemeriksaan barang-barang bawaan jemaah.

Sehubungan maraknya pemberitaan soal kemasan Zamzam palsu yang dijual di Tanah Air, Arsyad mengatakan hal tersebut tak perlu dikhawatirkan.

“Yang dibagikan maskapai di embarkasi masing-masing jemaah pasti asli,” ujar dia.

Selain itu, koper bagasi jemaah akan ditimbang dan diperiksa pihak kargo di hotel masing-masing jamaah setidaknya 48 jam sebelum keberangkatan. Petugas kargo tersebut ditunjuk maskapai masing-masing kloter untuk mengurusi bawaan bagasi jemaah sampai ke Tanah Air.  

“Jadi koper tak lagi ditenteng jemaaah ke bandara saat kepulangan,” kata dia.

Jemaah meninggalkan Makkah hanya memegang koper jinjing yang akan diperiksa kembali untuk meastikan di dalamnya tak ada barang-barang terlarang dibawa jemaah.

Selain Zamzam, jemaah juga dilarang membawa benda-benda tajam dari Makkah. Jemaah dari Saudi yang akan bertolak ke Tanah Air juga dilarang membawa uang tunai lebih dari 60 ribu riyal Arab Saudi atau sekira Rp 240 juta.

“Meski dalam jumlah itupun tetap akan dicurigai dan diinterogasi,” tandasnya.

Di pihak lain, Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid menuturkan, pemulangan gelombang pertama akan dimulai Kloter 01 Debarkasi Palembang yang akan bertolak Senin (27/08/2018) dinihari.

Koper-koper mereka mulai ditimbang pihak Saudi Arabia Airlines pada Minggu (26/08/2018) di wilayah Sektor 11 Makkah.

Sedangkan, pada hari pertama kepulangan tersebut, sebanyak 18 kloter akan diberangkatkan. Tujuh serikat perusahaan bus bakal mengangkut para jamaah tersebut dari Makkah ke Bandara Jeddah.

"Kendaraannya sudah kita siapkan sesuai dengan kontrak bersama," pungkas Subhan di Makkah. (nat/dbs/foto:jitunews)

 


Back to Top