Gandeng Mahasiswa Teknik, Kementerian PUPR Bangun Rumah Kembali untuk Warga Lombok

gomuslim.co.id- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melibatkan mahasiswa teknik di Indonesia untuk mendampingi warga, agar bisa membantu merekontruksi bangunan yang rusak pasca gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kementerian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljo itu menginginkan mahasiswa sebagai fasilitator untuk warga dalam membangun bangunan yang rusak seperti rumah dan fasilitas publik.

Pemerintah membutuhkan sebanyak 2.000 mahasiswa yang akan bergabung kedalam 370 tim kementrian PUPR yang bertugas disana. "Kami mengajak mahasiswa teknik untuk mendampingi warga membangun rumahnya kembali," ujar Dirjen Karya Cipta Kementerian PUPR Danis Sumadilaga dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (27/8).

Pemerintah memprioritaskan perbaikan rumah warga dan fasilitas publik. Setelah gempa besar di NTB Kementrian PUPR dalam proses rehabilitasi ini sebagai penanggung jawab.  Sejak 21 Agustus 2018 perbaikan bangunan sudah mulai dilakukan oleh Kementrian PUPR. Agar aktifitas warga tidak lumpuh fasilitas publik menjadi utama, seperti sekolah, rumah sakit, pasar, dan gedung pemerintahan daerah.

Pemerintah menargetkan perbaikan tempat tinggal masyarakat korban gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan selesai pada Maret 2019 mendatang atau sekitar enam bulan ke depan. Fasilitas pelayanan publik di NTB yang sedang dikejar pembangunannya salah satunya adalah Rumah Sakit Tanjung di Lombok Utara yang ditargetkan selesai dalam dua bulan meski masih bersifat gedung darurat.

Sementara untuk pembangunan kembali rumah huni warga, target yang dipasang oleh Kementerian PUPR saat ini selesai dalam tempo enam bulan ke depan. "Agar tidak terlalu lama di pengungsian," ujar Danis.

Pemerintah memberikan bantuan yakni rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta. Pemerintah memberi kompensasi yang berbeda bagi pemilik rumah sesuai tingkat kerusakannya. Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meneken Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 beberapa hari lalu. Inpres itu mengamanatkan percepatan perbaikan di NTB. (sat/cnn/dbs/foto:tempo)


Back to Top