#KabarHaji

Musim Haji Usai, Kerajaan Saudi Buat Evaluasi dan Rancang Penyelenggaraan Haji 2019

gomuslim.co.id- Jemaah haji dari belahan dunia mulai meninggalkan Arab Saudi, dalam hal ini Pemerintah Saudi segera mengevaluasi penyelenggaraan haji 2018 dan persiapan penyelenggaraan haji 2019. Pelaksanaan keduanya akan dimulai pada 1 Muharram atau 11 September mendatang.

Seperti yang dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Gubernur Makkah dan Ketua Komisi Haji Pusat Saudi, Pangeran Khaled Al-Faisal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjalankan tugasnya selama pelaksanaan ibadah haji. Ia menyebut pada Selasa pagi, 207.000 jemaah haji dari total 1,7 juta jemaah telah meninggalkan Jeddah.

"Pertemuan ini membahas beberapa faktor yang berkontribusi besar membuat pelaksanaan haji tahun ini berhasil. Ada peningkatan secara kualitatif dalam operasi haji dengan koordinasi penuh semua departemen dan lembaga terkait," tutur Emir Makkah, Rabu (29/08/2018).

Sementara itu, faktor lain yang menjadi pendukung kesuksesan adalah penyebaran sumber daya manusia dan material dalam jumlah besar dan penurunan jumlah jemaah haji ilegal. Hal-hal ini dianggap sebagai hal positif dalam pelaksanaan haji 2018 selain terjaganya kondisi kesehatan seluruh jamaah.

“Tahun ini benar-benar terlepas dari penyakit atau epidemi menular, serta tersedianya ruang isolasi baik di rumah sakit di Mekah maupun di tempat-tempat suci. Lebih dari 333.000 jEmaah mendapat perawatan selama musim haji,” tutur Pangeran Khaled.

Peningkatan dramatis juga terlihat dari sistem pengendalian kerumunan dan pengelompokkan para jemaah, kelancaran arus lalu-lintas, perjalanan kereta Mashair tepat waktu, dan fasilitas pra-imigrasi bagi lebih dari 100.000 jemaah asal Malaysia dan Indonesia.

“Ini beberapa faktor positif lainnya," ujarnya.

Dalam membahas persiapan haji 2019 mendatang, Komite Perumahan Haji di Makkah mendesak warga yang ingin mengajukan rumah kereka sebagai akomodasi agar secepatnya mendapat izin dari petugas sipil dan disetujui oleh pemerintah kota Makkah.

Kantor-kantor sipil dan tim akan memeriksa bangunan dan mengeluarkan sertifikat sebelum mengeluarkan lisensi bagi bangunan tersebut. Komite ini juga menyebut akan mulai menerima permintaan dari warga yang ingin menyewakan bangunannya untuk akomodasi tempat tinggal para calon jemaah haji pada 1 Muharram mendatang. (nat/saudigazette/dbs/foto:hajj&umrahplanner)

 


Back to Top