Perempuan di Mesir Rentan Pelecehan, Al-Azhar Mesir Kecam Lewat Kampanye  

gomuslim.co.id- Perempuan di Mesir masih dibayangi dengan tindakan kejahatan pelecehan. Hal ini membuat otoritas tertinggi keagamaan Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengecam aksi pelecehan seksual terhadap perempuan.

Sejumlah aktivis menilai hal ini dapat menjadi titik balik dalam upaya menindak kejahatan pelecehan terhadap kaum perempuan.

Lembaga keagamaan Al-Azhar yang memiliki pengaruh besar atas penduduk mayoritas Muslim Mesir menegaskan posisinya dalam menanggapi isu ini. Seperti yang dilansir dari publikasi  Facebook dan Twitter resminya pekan ini, Al-Azhar mengecam praktik melecehkan perempuan, termasuk tindakan mencela perilaku atau pakaian mereka.

Menanggapi kasus tersebut Aktivis Lobna Darwish menyebut pernyataan Al-Azhar akan menciptakan perdebatan baru seputar masalah ini. Menurutnya, Al-Azhar punya kemampuan menyebarkan kampanye melawan pelecehan terhadap perempuan ke seluruh negeri. Setidaknya dapat mengubah pandangan yang telah menjadi budaya.

"Kami berharap ini adalah awal atau langkah baru, keputusan, komitmen politik untuk fokus menangangi pelecehan seksual," ujar Darwish seperti yang dilansir dari publikasi Thomson Reuters Foundation.

Aktivis gender dan hak perempuan untuk Egyptian Initiative for Personal Rights ini mengatakan Kairo disebut sebagai kota besar paling berbahaya bagi perempuan menurut jajak pendapat internasional yang dilakukan Thomson Reuters Foundation tahun lalu.

Pakar hak-hak perempuan mengatakan perlakuan terhadap perempuan di Kairo telah memburuk sejak pemberontakan 2011.

Perempuan mencari perubahan sosial karena pelecehan terjadi setiap hari. Seorang pakar Timur Tengah dalam kelompok advokasi global Equality Now, Suad Abu-Dayyeh mengatakan pernyataan Al-Azhar sangat penting karena masyarakat lebih menaati ulama.

"Al-Azhar telah mencela pelecehan seksual ini penting, karena orang di Mesir atau di wilayah kami sangat bergantung pada pandangan para ulama," ucap dia.

Pihaknya berharap pemerintah dan masyarakat sipil agar melakukan lebih banyak hal untuk mengubah pandangan tentang bagaimana perempuan seharusnya diperlakukan. Semua pihak harus bersama saling membantu untuk mengubah situasi yang merugikan perempuan. (nat/thomsonreutersfoundation/dbs/foto:getty)