Marak Produk Asing, Masyarakat Diimbau Beli Produk yang Sudah Bersertifikat Halal

gomuslim.co.id- Maraknya perdagangan produk asing ke Indonesia membuat Indonesia Halal Watch (IHW) mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap kehalalannya. Karena itu, Oleh sebab itu Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan masyarakat membeli produk yang sudah bersertifikat halal.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim menyarankan masyarakat sebaiknya pilih produk yang bersertifikat halal dan berlogo halal MUI.

"Kalau konsumen memilih produk yang sudah bersertifikat halal MUI sebetulnya itu suatu gerakan massa, suatu gerakan konsumen yang sangat efektif," ujar Lukmanul, Kamis (30/08/2018).

Dengan adanya gerakan konsumen tersebut, maka produk yang belum bersertifikat halal akan mensertifikasi produknya supaya diminati konsumen. Jadi gerakan masif dari konsumen sangat efektif mengkampanyekan jaminan produk halal.

Sebab, sambung Lukmanul, selama tidak ada gerakan masif dari konsumen, maka produk yang tidak halal akan tetap berjalan. Ada aturan atau tidak ada aturan tetap produk yang tidak halal tersebut akan berjalan.

"Produsen sifatnya business oriented, jadi selama konsumennya ada mereka produksi terus," ujarnya.

Sebelumnya, IHW berpandangan, belum berfungsinya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berkontribusi memberikan peluang bagi produk asing membanjiri pasar domestik Indonesia.

Fenomena tersebut dapat disaksikan dengan tumbuhnya ratusan gerai outlet makanan dan minuman asing di Indonesia yang tidak jelas kehalalannya.

Di samping itu, Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdulllah mengimbau kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementrian Industri serta pemerintah daerah sudah mulai menerapkan kebijakan yang berbasis pada Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). UU JPH secara tegas mengatur semua produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal sebagaimana yang diatur dalam Pasal 4 UU JPH.

Ditegaskan olehnya, UU JPH seharusnya diterapkan secara ketat untuk melindungi pelaku usaha nasional dan konsumen.

"Sebab produk dari gerai-gerai asing sebut saja Chatime, KOI, Mr. Brown Coffee, Shihlin dan berbagai restoran yang bertebaran di Jakarta serta kota-kota besar lainnya di Indonesia cenderung tidak memiliki perhatian atau tidak aware dengan ketentuan jaminan halal di Indonesia," tandas Ikhsan. (nat/dbs/foto:gomuslim)

 


Back to Top