#KabarHaji

15 Kloter Jemaah Haji Indonesia Gelombang Dua Mulai Tiba di Madinah

gomuslim.co.id- Jemaah gelombang kedua mulai berdatangan di Madinah, Jumat (31/08). Pada hari pertama kedatangan ini sebanyak 6.194 jemaah yang tergabung dalam 15 kloter tiba di Madinah sejak pukul 10.00 WAS hingga 23.00 WAS.

Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja  Madinah melaporkan  salah satu kloter pertama yang tiba yaktu kloter MES-08. Sebanyak 393 jemaah kloter asal Medan ini akan menempati dua hotel yang berbeda. Rinciannya 215 jemaah akan tinggal di hotel Al Andalus. Sementara, 178 akan menempati hotel Makarem Al Mahmouba.

Kepala Sektor IV, M Khoirul Anam mengatakan sempat terjadi perbedaan data jemaah masuk. Kondisi ini menurutnya disebabkan pemilahan jemaah yang dibuat muasassah.

"Untuk bus rombongan 1 sampai 5 ada di sini (Al Andalus) sementara untuk rombongan 6 hingga 9 ada di Makarem (Al Mahmouba) sektor tiga," kata Khoirul Anam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan persiapan untuk penjemputan jemaah telah disiapkan sejak pagi. Perlengkapan konsumsi dan katering, mulai kopi, teh, saos, sambel sudah siap. "Sudah disiapkan semua, termasuk makan malam," ujarnya.

Khoirul Anam mengimbau jemaah yang datang segera beristirahat dan mempersiapkan diri sholat Mahgrib. Sementara, koper jemaah akan diangkut oleh tukang angkut.  "Nanti diangkut umal ke atas," ujarnya.

Khoirul Anam mengingatkan jemaah yang berjalan ke Masjid Nabawi untuk memulai sholat arbain harus membawa kartu nama hotel. "Identitas itu untuk berjaga-jaga seandainya jemaah lupa jalan pulang," jelasnya.

Selain itu, Khoirul Anam juga memberitahu jemaah terkait jalan dan petunjuk arah menuju Masjid Nabawi. Kata dia, jalan menuju Masjid Nabawi dapat ditempuh melalui pintu enam yang melewati Masjid Ghamamah.

Sebanyak 144 bus disiapkan untuk mengangkut ribuan jemaah tersebut. Kendaraan akan melintasi Jalan Raya Makkah-Madinah yang melewati Masjid Aisyah di Tan’im dan terus menuju kota Nabi, tempat Rasulullah dulu hijrah dan disambut dengan penuh penghormatan.

Petugas haji di sana akan memberikan bimbingan ibadah seputar pelaksanaan Arba’in di Nabawi, tempat sujud berkubah hijau kebanggaan umat Islam. Ini adalah masjid kedua yang menjadi warisan umat Islam dari zaman dulu dan terus dirawat dan diperluas.

Di sana jemaah akan mengunjungi makam rasulullah dan para sahabat yang dulu mendukung Rasulullah mendakwahkan Islam. di antara makam Rasulullah dan mimbar masjid tersebut terdapat Raudhah, tempat yang mustajab (terkabul) untuk berdoa. Area kecil itu ditandai dengan karpet hijau.

Kepala Daker Makkah Dr Endang Jumali mengatakan di sana jemaah akan mendapatkan pelayanan yang sama seperti di Makkah. Setiap jemaah akan mendapatkan dua kali makan dalam sehari. Hotel mereka jauh lebih mewah bila dibandingkan di Makkah. Dari sana mereka berjalan kaki menuju Masjid Nabawi.

Namun, pemesanan sebagian hotel di sana tidak sepanjang musim. Masih ada yang menggunakan sistem blocking time. Agar jemaah tidak menunggu lama di lobi, petugas haji di Madinah sudah mempersiapkan hotel sehari sebelum kedatangan.

Data jemaah yang diberangkatkan ke Madinah juga dipersiapkan sejak beberapa hari sebelum keberangkatan untuk menjadi acuan pemesanan bus. Tim transportasi akan berkomunikasi dengan asosiasi transportasi untuk menyiapkan jumlah kendaraan yang dibutuhkan.

“Pergerakan jemaah ke Madinah lebih santai. Jemaah juga lebih tenang, karena mereka sudah melaksanakan inti ibadah di Tanah Suci, jadi beban mereka sudah tak ada,” kata Endang.

Jemaah gelombang kedua kali ini lebih banyak waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri kembali ke kampung halaman. Biasanya mereka sudah mulai menyiapkan oleh-oleh berupa pakaian, perangkat shalat, dan makanan.

Berbeda dengan jemaah gelombang pertama yang lebih dulu tiba di Madinah, mereka masih harus mempersiapkan diri untuk puncak haji yang melelahkan. Selesai di Madinah mereka diberangkatkan ke Makkah dan mampir ke Miqat Bir Ali untuk berihram.

Jemaah gelombang kedua berada di Madinah lebih dari sepekan. Sebagian dari mereka tidak menyelesaikan ibadah Arba’in karena sudah merindukan kampung halaman. Ketika akan meninggalkan Madinah, mereka tak mempermasalahkan ibadah sunah tersebut.

“Biasanya mereka bergegas menyiapkan koper dan barang bawaan untuk pemulangan melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA),” kata Endang. Ketika pemulangan ke Tanah Air, jemaah akan dipandu tim petugas haji Daker Bandara. (mch/hajikemenag/dbs)


Back to Top