Kerajaan Saudi Rencanakan Ubah Semenanjung Qatar Jadi Pulau

gomuslim.co.id- Sebuah rencana penggalian diloloskan di tengah sengketa diplomatik antara Saudi dan Qatar. Pejabat senior Arab Saudi mengisyaratkan negaranya akan melakukan penggalian untuk membuat sebuah kanal yang akan mengubah Semenanjung Qatar menjadi sebuah pulau.

Seperti yang dilansir dari publikasi AFP, Selasa (04/09/2018), rencana penggalian itu diungkapkan oleh Saud al-Qahtanai yang merupakan penasihat senior putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) melalui akun Twitternya. 

"Saya dengan tidak sabar menunggu detail penerapan proyek Pulau Salwa, proyek historis, yang hebat, yang akan mengubah geografi kawasan ini," cuit Saud dalam akun Twitter, Jumat (31/08/2018). 

Ke depannya, proyek ini akan memisahkan Semenanjung Qatar dari daratan utama Saudi.  Sementara itu, rencana penggalian ini diungkapkan di tengah sengketa diplomatik antara Saudi dan Qatar yang berlangsung selama 14 bulan terakhir.

Saudi bersama sekutunya seperti Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sejak Juni 2017 lalu. Pemutusan hubungan dilakukan setelah mereka menuding Qatar mendukung terorisme dan terlalu akrab dengan Iran, musuh Saudi.

Namun, Pemerintah Qatar telah membantah tudingan-tudingan itu. Pada April lalu, situs berita pro-pemerintah Saudi, Sabq, melaporkan rencana pemerintah untuk membangun sebuah kanal atau terusan yang membentang di sepanjang perbatasan Saudi dengan Qatar. Kanal itu dilaporkan akan memiliki panjang 60 kilometer dan lebar 200 meter. 

“Sebagian dari kanal tersebut akan digunakan untuk fasilitas limbah nuklir. Proyek penggalian kanal ini disebut akan memakan biaya hingga 2,8 miliar Riyal atau setara Rp 10,8 triliun,” tulis Sabq.

Dilaporkan juga oleh surat kabar Makkah pada Juni lalu, bahwa lima perusahaan yang ahli dalam penggalian kanal telah diundang ikut lelang tender proyek ini. Dijadwalkan pemenang tender akan diumumkan pada September ini. Namun nama perusahaan yang diundang tidak diungkap ke publik.

Kendati demikian, laporan-laporan media tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas Saudi. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari otoritas Saudi terkait proyek tersebut. (nat/afp/dbs/foto:kompas)

 


Back to Top