Kemenaker Siap Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja di Pesantren

gomuslim.co.id- Pemerintah terus memberikan perhatian khusus terhadap pesantren yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah rencana membangun 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) di pondok pesantren yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Rencana ini akan dilakukan pada 2019 mendatang.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, program tersebut dilakukan  guna meningkatkan kompetensi angkatan kerja muda di lingkungan pesantren. Selain itu, lewat peluncuran program sebagai wujud konkret prioritas Pemerintah Pusat untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

"Tahap awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah pembangunan infrastruktur dan di tahun 2018-2019 difokuskan untuk pembangunan SDM. Presiden ingin meningkatkan kemampuan individu para santri agar bisa bersaing setelah lulus dari pondok pesantren," ujarnya usai menghadiri pengukuhan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Surabaya, Senin (3/9/2018).

Hanif menjelaskan dalam BLK itu nanti ada berbagai macam kejuruan yang dibangun untuk dimanfaatkan santri dan masyarakat yang ada di lingkungan pesantren. Untuk tahap awal, pada 2018, Kemnaker akan melakukan lelang dan mengecek beberapa kriteria teknis, misalnya lahan yang ada terkait pembangunan BLK pesantren itu.

Pesantren manapun di Indonesia diperbolehkan untuk mengajukan dana ke pemerintah bila ingin menggelar pelatihan.  "Anggaran yang disiapkan per satu titik sekitar Rp1 miliar. Tidak besar memang, tapi cukup membuat workshop untuk santri dan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di daerah itu," ujarnya.

Ia menambahkan ssaat ini pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan BPJS Ketenagakerjaan masih menggodok teknis pembangunan BLK itu. Namun ditegaskannya, program bisa dimulai walau belum ideal.

"Kami inginkan tahun ini atau tahun depan bisa dimulai dengan dua skema pengembangan dana keterampilan dan an employpment benefit. Soal sumber dananya apakah dari APBN atau iuran perusahaan, poin-poin itu yang masih dibahas," katanya.

Dia mengatakan bila kemampuan individu dan inovasi menjadi hal yang penting untuk bersaing di era revolusi industri 4.0. Karena itu, ia menitikberatkan agar santri tak menjadi pengangguran karena tidak memiliki skill.  

"Secara spesifik belum tahu (angka santri yang pengangguran). Itu kan bukan cuma dari pesantren. itu komunitaslah, salah satunya pesantren," tutupnya. (njs/antara/idn/foto:nuonline)

 


Back to Top