#KabarHaji

Klaim Asuransi Jemaah Haji Wafat Sedang Berlangsung, Begini Prosedurnya

gomuslim.co.id- Pelaksanaan ibadah haji 1439H/2018M telah selesai. Tercatat sampai hari kesembilan pemulangan, ada 266 jemaah meninggal. Jumlah ini berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski begitu, Kementerian Agama sudah menyiapkan asuransi bagi jemaah haji Indonesia yang meninggal.

Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori, asuransi bagi jemaah meninggal saat ini masih dalam proses pencairan. "Klaim asuransi jemaah sedang berlangsung," kata Ahda seperti dilansir Media Center Haji di Makkah, Rabu (2/9/2018).

Ia menyebutkan bahwa Kemenag melakukan proses klaim asuransi itu sehingga pihak ahli waris tidak perlu repot mengurus di Asuransi Takaful. Perusahaan tersebut merupakan mitra pemerintah yang melayani asuransi jemaah haji Indonesia tahun ini.

Setiap tahun, kata dia, perusahaan asuransi jemaah haji bisa berbeda tergantung pemenang lelang tender yang digelar ke publik. "Bagi yang berani di bawah pagu Rp50 ribu/ jemaah itu yang menang," katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bagi jemaah wafat, ahli waris akan mendapatkan manfaat asuransi dengan transfer menggunakan bank sesuai kesepakatan. Proses klaim itu maksimal lima hari.

Ahda mengatakan rekening tujuan transfer nilai manfaat asuransi adalah rekening yang masih aktif. Jika tidak aktif maka akan memakan waktu proses pencairan lagi karena harus melakukan aktivasi atau membuka rekening baru.

"Banyak rekening yang sudah mati. Menunggu agak lama untuk mengirim rekening yang hidup. Belum lagi rumahnya jauh dari kantor Kemenag kabupaten atau kota untuk dihubungi," katanya.

Pada tahun lalu, kata Ahda, terdapat 657 jemaah yang meninggal selama proses ibadah haji. Proses pencairan memakan waktu yang tergolong lama sekitar 2,5 bulan.

Adapun, besaran asuransi total bagi ahli waris anggota jemaah haji meninggal adalah Rp 143,5 juta. Total dana itu didapatkan anggota keluarga jemaah haji jika jemaah  meninggal selama proses ibadah haji dan saat menjalani penerbangan, mulai boarding sampai keluar dari bandara tujuan.

Di luar itu, anggota jemaah meninggal mendapat manfaat asuransi haji saja tanpa asuransi penerbangan. Ahda mengatakan nilai manfaat itu merupakan penjumlahan dari asuransi haji sebesar Rp 18,5 juta dan asuransi penerbangan sebesar Rp 125 juta.

Sedangkan santunan bagi anggota jemaah haji yang meninggal karena kecelakaan mendapatkan nilai manfaat Rp 37 juta. Ahda mengatakan proses pencairan asuransi diurus oleh Kementerian Agama demi kelancaran dan keamanan transaksi.

Dia mengatakan proses pencairan asuransi penerbangan akan menunggu masa pemulangan jemaah ke Indonesia selesai terlebih dahulu. Tidak lama setelah itu ahli waris akan menerima santunan. Premi anggota jemaah senilai Rp 49 ribu per orang yang diambil dari dana optimalisasi dana haji. Sementara premi asuransi penerbangan biasanya sudah termasuk biaya tiket penumpang terkait.

Nilai premi asuransi haji itu berasal dari pembahasan antara pemerintah dengan Komisi VIII DPR RI. Ahda mengatakan, anggota jemaah tidak membayar langsung premi itu karena dibayar dari hasil optimalisasi dana haji yang saat ini dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (njs/antara)


Back to Top