Gandeng BRI Syariah, UIN Raden Fatah Hadirkan Fasilitas Lab Mini Banking

gomuslim.co.id- Perbankan syariah terus memperluas ekspansi ke berbagai wilayah. Salah satunya adalah dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak. Seperti yang dilakukan PT Bank BRI Syariah Tbk yang menggandeng UIN Raden Fatah Palembang terkait penandatanganan kerjasama Penyelenggaraan Pelayanan & Jasa Perbankan Syariah.

Dengan adanya kerjasama ini, BRI Syariah nantinya akan membangun lab Mini Banking di UIN Raden Fatah Palembang. Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso, menyebut Lab Mini Banking ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengenai teknis pelaksanaan kegiatan perbankan khususnya syariah.

"Lab Mini Banking ini terbuka bagi semua mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (05/09/2018).

Kerjasama kedua belah pihak juga meliputi Employee Benefit Program (EmBP) yang memberikan kemudahan bagi karyawan UIN Radeh Fatah Palembang mendapatkan layanan perbankan.

Pada kesempatan yang sama, BRI Syariah juga menggelar CEO Mengajar Dalam rangka mendukung program literasi keuangan. Kali ini, Hadi memberikan kuliah umum bertema "Tantangan dan Prospek Perbankan Syariah di Era Revolusi Industri"

Acara kuliah umum ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani antara Bank BRIsyariah dengan UIN Radeh Fatah Palembang. Menurut Hadi, ini merupakan salah satu bentuk upaya BRIsyariah mendukung kemajuan Kampus seperti di UIN Raden Fatah Palembang ini.

"Jika bersama Insya Allah kita dapat membangun negeri ini dengan baik. Ini adalah bukti, BRIsyariah hadir disini untuk membangun negeri dengan memberikan pencerahan kepada calon intelektual masa depan," jelas Hadi.

Hadi memaparkan mengenai kondisi makro ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5 persen per tahun sehingga berdampak baik terhadap iklim investasi. Dari sisi keuangan syariah, pangsa pasar perbankan syariah dari sisi aset mencapai 5,7 persen dari total aset industri perbankan di Indonesia.

Rendahnya penetrasi perbankan syariah dikarenakan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah. Namun, hal itu juga menjadi peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah di tanah air. (njs/lip6/foto:uinraden)

 


Back to Top