Ini Imbauan DMI Terkait Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushola

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, pengeras suara di masjid menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) tidak mengatur adzan tapi membuat tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mushola.

Terkait hal ini Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) mengatakan memang tidak mungkin kalau mengatur adzan.

"Jangan keliru, bukan mengatur adzan, bukan adzan tidak boleh keras-keras," ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Remaja serta Pemuda Masjid PP DMI, KH Ahmad Bagdja, Rabu (05/09/2018).

Dikatakan KH Ahmad, yang harus diatur atau diberi tuntunan adalah penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola. DMI memandang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola tidak masalah.

“Tujuan mengatur pengeras suara di masjid supaya masyarakat sekitar tidak terganggu,” tandasnya.

Salah satu tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola supaya memperindah suara orang memanggil shplat. Artinya, volume pengeras suaranya harus diatur supaya pas. Sebagai contoh adzan di Masjidil Haram, suaranya terdengar ke mana-mana tapi tetap indah dan enak didengar.

Dia menjelaskan bagaimana supaya pengeras suara di masjid dan mushola punya nilai dakwah dan menyeru kepada kebaikan.

"Sehingga enak dan nyaman didengarnya oleh siapapun, frekuensi dan volumenya sebaiknya diatur supaya sesuai dan enak didengar," ujarnya.

Umumnya, di Jakarta posisi masjid dan mushola saling berdekatan. Jadi kalau volume dari pengeras suara semakin dikencangkan akan semakin kurang indah didengar. Suara dari pengeras suara di masjid-masjid bisa berbenturan.

"Di masjid ini sudah Allahu Akbar, di masjid sana sudah ashadualla ilahailallah, jadi kita sendiri yang umat Islam jadi kurang nyaman mendengarnya," kata KH Ahmad.

Selain itu, sambungnya, pengeras suara di masjid dan mushola sebaiknya memakai yang bagus kualitasnya. Masjidnya juga harus bersih dan nyaman.

“Hal penting lainnya toilet juga harus bersih. Kemudian, saat menggelar pengajian di masjid dan mushola, bisa memakai pengeras suara yang ke dalam,” pungkasnya. (nat/dbs/foto:benarnews)

 


Back to Top