Layani Permodalan, Zahir Internasional Luncurkan Produk Fintech Syariah

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, Zahir Kapital Hub melayani permohonan pembiayaan modal usaha dengan skema bagi hasil atau mudharabah. Produk ini dikemas dengan baik bukan hanya untuk pengusaha muslim, tetapi untuk semua pengusaha sepanjang bisnis yang dijalankan sesuai dengan prinsip syariah.

Chief  Executive Officer (CEO) PT Zahir Internasional Muhamad Ismail , dalam rilisnya mengatakan beberapa perusahaan di Indonesia masih mengalami kesulitan untuk mengakses permodalan. Untuk itu, pihaknya meluncurkan produk pembiayaan guna memudahkan para pengusaha mendapatkan modal melalui finance technology (fintech) syariah yang diberi nama Zahir Capital Hub.

“Bahwa di Indonesia masih ada kesenjangan sampai kurang lebih Rp 800 triliun. Ada banyak alasan perusahaan di Indonesia sulit dapat modal. Ada yang karena sulit dapat akses, ada juga karena unbankable dan lain-lain. Untuk menyelesaikan itu, kami melihat bahwa teknologi (keuangan syariah) jadi cara paling efisien,” jelasnya.

Untuk mendirikan layanan investasi permodalan tersebut, Zahir Internasional menjalin mitra bersama dengan beberapa institusi fintech syariah lainnya, mulai dari Alami, Asy-syirkah, Ethis, dan Kapital Boost. Sedangkan, untuk mendapatkan modal pembiayaan Zahir Internasional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.Antara lain untuk mendapatkan modal pembiayaan, perusahaan pemohon minimal telah beroperasi selama satu tahun.

Kedua, pihak pemohon juga harus memiliki laporan keuangan dari perusahaannya. Ketiga, perusahaannya telah berpengelaman di industri yang sedang dijalani.

“Selain itu, dalam layanan pembiayaan modal ini, kami tidak mengkhususkan atau menyaratkan pemilik perusahaan harus dari muslim. Semua pihak bisa terlibat, yang penting proses pembiayaannya menggunakan intsrumen syariah dan produk perusahaannya tidak melanggar syariah, semisal mendistribusi minuman beralkohol,”lanjutnya.

Ismail menuturkan, sejak diluncurkan hingga saat ini, pihaknya mengakui telah menerima 100 permintaan dari perusahaan pemohon, dan semuanya masih dalam tahap validasi berkas persyaratan pencairan investasi pinjaman modal. 

“Sementara itu, untuk melakukan kontrak atau perjanjian pembiayaan modal kepada perusahaan pemohon, kami masih menggunakan sistem bagi hasil atau mudharabah. Misalnya, pihak perusahaan pemohon butuh modal pinjaman Rp 3 miliar pada kami. Nah, pendapatan biaya pinjaman untuk usaha ini nanti dibagi dua atau bagi hasil,”jelas Ismail.

Ke depan, Zahir Internasional menargetkan bisa memberikan investasi modal hingga mencapai Rp 100 milar. Sementara untuk memenuhi target tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa siasat, di antaranya, pihaknya akan mengintegrasikan sistem layanan Zahir Capital Hub dengan produk-produk yang telah dikeluarkan Zahir Internasional. Sedangkan jumlah produknya, sampai saat ini telah mencapai empat produk dengan sebelas jenis layanan.

Rinciannya, produk Zahir Accounting memiliki enam jenis layanan, produk Add On memiliki tiga macam layanan. Sementara Zahir Online memegang dua bentuk layanan dan produk yang baru dikeluarkan ialah Zahir Simply.

 Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dan pelatihan terkait apa dan bagaimana konsep bagi hasil atau mudharabah melalui layanan Zahir Capital Hub ke lebih dari 200 partner yang tersebar di 40 kota Indonesia.

 “Ditambah, dalam pelaksanannya, merekalah yang akan bertemu dengan pengusaha di seluruh Indonesia tersebut,” urainya seraya menyampaikan optimismenya jika dengan upaya ini, apa yang ditargetkan Zahir Internasional bisa terpenuhi.

Selain itu, pihaknya juga terus fokus kepada bidang usaha layanan aplikasi bisnis para pelanggan yang telah lebih dari 70 ribu pelanggan dengan fokus utama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di sampiang juga menyasar bisnis skala besar.

Saat ini Zahir telah bergabung dengan anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (fau/sharianews/zahir/dbs/foto: fintech)

 

 

 

 


Back to Top