Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Akan Bahas Pengembangan Keuangan Syariah 

gomuslim.co.id- Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali pada 9-17 Oktober 2018 akan membahas empat pokok bahasan utama. Salah satu fokus bahasan penting diantaranya adalah terkait keuangan syariah.

Hal demikian disampaikan Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi. Menurutnya, pembahasan keuangan syariah dilakukan untuk menunjukkan bahwa sistem keuangan berbasis keislaman ini memiliki peran besar dalam menopang perekonomian dunia.

"Kita ingin memastikan bahwa ekonomi syariah ini punya peran besar dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kita menyakini pendekatan berbasis syariah menjadi salah satu instrumen dalam mendukung SDGs," ujarnya. 

Keuangan syariah telah mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mendukung agenda SDGs yang dilaksanakan oleh Advanced Economies dan Emerging Market. Instrumen keuangan syariah seperti sukuk maupun zakat dan wakaf berpotensi mendukung pelaksanaan program SDGs.

"Peran pembiayaan berbasis syariah dan kita ingin tunjukan bahwa ekonomi syariah punya peran dalam pencapaian SDGs. Itu (ekonomi syariah) bisa sangat efektif mencapai target SDGs. Kita ingin bahas manajemen keuangan syariah, seperti sukuk juga keuangan syariah berbasis sosial financing, seperti wakaf dan zakat," katanya.

Hampir semua tujuan dalam SDGs dinilai selaras dengan tujuan keuangan berbasis syariah. Mulai dari pengentasan kemiskinan hingga pembiayaan infrastruktur. Negara-negara Islam di Asia dan Timur Tengah telah menyusun International Standard for Waqf yang menjadi acuan bagi negara yang menerapkan keuangan Islam.

Doddy menambahkan Indonesia memiliki peran besar sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. Indonesia telah memiliki strategi nasional keuangan syariah serta komite nasional keuangan syariah.

Topik ini pun akan bermanfaat untuk menunjukkan kemajuan Indonesia dalam mengelola keuangan berbasis syariah. Pemerintah dan otoritas keuangan syariah di Indonesia telah menginisiasi dan menerapkan beberapa proyek aplikasi keuangan sosial Islam yang selaras dengan program SDG.

"Kita bersama negara Asia dan Timur Tengah diharapkan bisa menyepakati standard-standard sebagai kesepakatan bersama dalam pengembangan ekonomi syariah. BI sedang susun beberapa standard," ujar Dodi

Dalam acara ini, standar internasional wakaf juga akan dirumuskan oleh Indonesia dan negara Muslim lain. Demi memberikan kontribusi besar bagi pengembangan arah ekonomi syariah ke depannya. Acara yang akan membahas hal ini diantaranya International Islamic Finance Seminar oleh Bank Indonesia dan IDB, Fintech Talks: "Utilizing Fintech as a Platform for Enhancing SMEs and Islamic Financing oleh Otoritas Jasa Keuangan".

Selain itu, Indonesia juga akan mendorong agar pembahasan terkait financial technology (fintech) mendapatkan perhatian khusus dalam IMF-World Bank Annual Meeting kali ini. "Kita akan lead terkait prinsip fintech yang menguntungkan. Artinya kita akan bahas bagaima mengoptimalkan manfaat positif dari fintech, sambil juga membahas upaya untuk memitigasi risiko," tandasnya.

Untuk diketahui, gelaran akbar dengan lebih dari 2.000 agenda ini akan dihadiri oleh Presiden Indonesia selaku tuan rumah, Managing Director IMF, Bank Dunia, petinggi Bank Sentral juga menteri-menteri keuangan dari 189 negara di dunia. Selain itu, korporasi, pengusaha, lembaga keuangan swasta, dan pelaku ekonomi dari hulu ke hilir. (njs/rep/merdeka/dbs)

 

 


Back to Top