Kemenag Siap Gelar MTQ Nasional ke-XXVII di Sumatera Utara

gomuslim.co.id-  MTQ Nasional ke-XXVII akan berlangsung di Provinsi Sumatera Utara pada 4 sampai 13 Oktober 2018 mendatang. Untuk final persiapan gelaran tersebut, Kementerian Agama menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke–XXVII, di Jakarta, pada Rabu (05/09).

Rakor persiapan MTQ Nasional ke–XXVII dipimpin oleh Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag Khoirudin. Hadir, Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut yang juga Ketua Pelaksana Harian MTQ Nasional ke-XXVII  Zonny Waldi, seluruh kordinator bidang panitia pelaksana pada MTQ Nasional ke-XXVII. Tampak hadir pula dalam rakor tersebut Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenko PMK Sahlan, perwakilan Kementerian Perhubungan, perwakilan Kemenkominfo, perwakilan Kemendagri.

“Ini menjadi momen besar bagi Provinsi Sumatera Utara, setelah 47 tahun berlalu, Sumut kembali menjadi tuan rumah,” ujar Ketua Pelaksana Harian MTQ Nasional ke-XXVII Zonny Waldi.

Menurut Zonny, Sumut pernah menjadi tuan rumah gelaran yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini. Tepatnya pada tahun 1971, saat berlangsungnya MTQ Nasional ke–IV. Saat ini, Zonny menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Utara telah siap menyambut kedatangan kafilah dari 34 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan data Bimas Islam Kemenag RI, MTQ Nasional ke-XXVII akan diikuti 1.555 peserta dari seluruh Indonesia. “Kami berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir untuk membuka event ini. Ini sekaligus bisa menjadi moment pulang kampung Bapak Presiden, karena beliau adalah warga kehormatan di Sumatera Utara,” kata  Zonny menambahkan.

Sementara itu, Direktur Penais Khoirudin menjelaskan dalam MTQ Nasional kali ini, akan mulai dilakukan pendaftaran peserta dengan menggunakan finger print. “Para peserta, setibanya di Medan akan melakukan daftar ulang sekaligus perekaman sidik jari. Dan perekaman itu akan diulang lagi ketika peserta akan naik panggung untuk berlomba,” kata Khoirudin.

Inovasi perekaman sidik jari peserta ini menurut Khoirudin diberlakukan untuk menghindari adanya joki saat MTQ berlangsung. Khoirudin menambahkan, tahun ini juga untuk pertama kalinya MTQ Nasional menggunakan aplikasi e-Maqra. Hal ini diharapkan menjadikan MTQ semakin berkualitas.

Maqra adalah soal atau daftar ayat yang nantinya akan dibaca oleh peserta. “Jika selama ini pengambilan maqra dilakukan manual, maka tahun ini akan menggunakan aplikasi e-Maqra,” tambah Khoirudin. (bimasislam/dbs)


Back to Top