Sekjen Asbisindo: Perbankan Syariah Tetap Tumbuh Meski Tantangan Ekonomi Makin Besar

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah diyakini bakal tetap tumbuh meski menghadapi tantangan kondisi ekonomi saat ini yang tidak menentu dan semakin besar. Sinergi antara pelaku industri lewat Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) disebut dapat meningkatkan pangsa pasar atau market share perbankan syariah.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Asbisindo Achmad K. Permana dalam acara musyawarah nasional Asbisindo baru-baru ini. Menurutnya perubahan market industri syariah saat ini yang semakin meningkat harus direspons oleh pelaku industri dengan membentuk satu asosiasi karena tantangan perbankan syariah tidak dapat dijawab oleh satu bank saja.

"Ke depan kami akan terus membangun industri syariah melalui peningkatan kerja sama dengan regulator. Hal ini pun merupakan salah satu tujuan dari musyawarah nasional Asbisindo kali ini," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asbisindo terpilih periode 2018 sampai 2021 Toni EB Subari menuturkan, perbankan syariah memiliki potensi untuk tumbuh lebih pesat dengan melihat peningkatan pada tren ekonomi syariah di kalangan masyarakat. Potensi perluasan market share perbankan syariah masih sangat besar apalagi saat ini yang tergarap baru sebesar 5,7%.

"Bicara outlook, yang jelas kami optimis industri perbankan syariah bisa tumbuh lebih baik lagi apalagi kami didukung oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)," katanya.

Direktur Utama Bank Mandiri Syariah ini juga menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi saat ini tidak berdampak pada perbankan syariah. “Saya enggak hafal datanya, tapi enggak terlalu tinggi pembiayaan valas (valuta asing). InsyaAllah tidak (terdampak penguatan dolar),” ungkapnya.

Berbeda dengan perbankan konvensional yang mulai melakukan penyesuaian suku bunga, Toni mengatakan hal tersebut tidak terjadi pada perbankan syariah. Sebab sesuai hukum syariah, perbankan hanya diperbolehkan melakukan bagi hasil. “Sehingga bukan bunganya berapa. Enggak. Kami melihat hasilnya berapa baru dibagi,” ucapnya.

Sore kamarin, nilai tukar rupiah masih bertengger di level Rp 14.800 per dolar AS. Kondisi tersebut cukup membaik dari posisi pembukaan pagi tadi di Rp 14.850, dan pada Rabu kemarin yang menyentuh Rp 14.999 per dolar AS.

Sekadar tambahan, Asbisindo mengangkat mengankat ketua umum baru untuk periode 2018 sampai 2021 yakni Toni E. B. Subari. Ia menggantikan Plt ketua Umum Asbisindo, Moch. Hadi yang juga menjabat Direktur Utama PT Bank BRI Syariah Tbk.

Toni berjanji akan memfasilitasi bank syariah untuk berjuang bersama-sama. Penetapan Toni sebagai ketua umum Asbisindo periode 2018 sampai 2021 dilakukan secara mufakat oleh pengurus wilayah yang memiliki hak suara dalam Musyawarah Nasional (Munas) ASBISINDO ke-7 di Jakarta. Munas ASBISINDO juga sekaligus menetapkan Komisaris Utama BSM, Mulya E. Siregar sebagai Ketua Badan Pengawas Asbisindo.

Asbisindo sendiri merupakan perkumpulan bank syariah di Indonesia dengan anggota 13 Bank Umum Syariah (BUS), 22 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 167 BPRS Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Melalui organisasi ini para bankir bersinergi dan berdiskusi untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi bank syariah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan perbankan syariah sampai dengan Juli 2018 tumbuh sebesar 5,53% secara year on year. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance NPF) tercatat sebesar 3,18% pada Juli 2018 atau sedikit mengalami kenaikan dari posisi Juni 2018 sebesar 3,15%. (njs/bisnis/kumparan/dbs)

 


Back to Top