Miliki Pelabuhan Besar di Depan Samudera, Pulau Baai Bengkulu Diusulkan Jadi KEK Pariwisata

gomuslim.co.id- Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai potensi Pulau Baai bisa menunjang pariwisata Bengkulu. Karena itu, sebanyak 300 hektar lahan di Pulau Baai, Bengkulu diusulkan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

"Tahun lalu usulnya akan membuka KEK, salah satunya di Pulau Baai, 1.200 hekter yang dimiliki BUMN. Katakanlah 300 hektar diantaranya akan dijadikan untuk pariwisata, investor akan sangat mudah ditarik," tutur Arief saat konferensi pers Festival Tabot, di Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (05/09/2018).

Kata Arief, hal tersebut karena melihat potensi Pulau Baai yang bagus, dan cocok untuk dibuat KEK Pariwisata. Pulau tersebut memiliki akses 15 menit ke bandara, 20 menit ke pusat kota dan jalan nasional, dengan jaringan telekomunikasi yang juga sudah bagus.

Di pihak lain, Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan Pulau Baai sangat diuntungkan dalam segi akses lokasi.

Hasil riset PT Pelindo II menunjukkan pelabuhan itu satu-satunya pelabuhan besar yang langsung berhadapan dengan samudera, dan memiliki kolam pelabuhan terluas juga di Indonesia. Kini pulau yang memiliki luas 1.200 hektar memang sudah mengurus perizinan, diproyeksikan menjadi KEK. Sekitar 10 hingga 20 persen lahan sudah dialokasikan untuk KEK industri dan dermaga internasional.

"Memang ada titik-titik wisata di pulau itu, tinggal dikembangkan menjadi KEK pariwisata dan dikombinasikan dengan pelabuhan besar, juga kawasan industrinya," ujar Rohidin.

Adapun, titik-titik wisata di Pulau Baai ialah spot-spot selam, hutan bakau, dan kampung nelayan yang sudah ditata dengan apik. Ia menganggap rencana KEK Pariwisata akan sangat bagus jika dikombinasikan sebagian lahannya yang terdapat titik-titik destinasi wisata. Jumlah lahan untuk KEK Pariwisata diharapkan sekitar 300 hektar.

Rosyidin mendorong Pulau Baai menjadi pintu pembuka arus barang dari barat Indonesia, atau Samudera Hindia. Aksesnya yang juga strategis di jalan laut, sudah mampu menurunkan beban dermaga-dermaga lainnya di barat Indonesia.

"Kalau mau, tahun ini saya bantu, saya tunjuk satu orang yang bisa fully dedicated memantau perkembangan KEK Bengkulu itu," ujar Arief.

KEK pariwisata merupakan kawasan ekonomi yang khusus dibangun untuk kepariwisataan. Memiliki keunggulan pelayanan investasi yang cepat, birokrasinya tidak panjang, karena menggunakan pelayanan satu pintu atau one stop service.

"Ketika kita punya KEK, investor tidak punya keraguan untuk investasi, tidak khawatir dilempar-lempar birokrasinya," tutup Menpar. (nat/kompas/dbs/foto:pedomanbengkulu)


Back to Top