Kemenag Sosialisasikan BPJPH Agar Masyarakat Sadar Produk Halal

gomuslim.co.id- Sosialisasi produk halal  kian gencar dicanangkan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Excelton Palembang, 6 hingga 8 September 2018, Jumat (07/09/2018).

Diikuti 50 peserta yang terdiri dari pejabat Kanwil Kemenag Sumsel, penyuluh agama, pejabat Kantor Kemenag Kabupaten Kota, PDAM Tirta Musi, PD Pasar Kota Palembang, Pemda Sumsel, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, BPOM Sumsel, MUI, Asosiasi PHRI Sumsel, Asosiasi APJI Sumsel, dan Asosiasi Arsita Sumsel.

Ketua Panitia Harjo Warsito dalam menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Undang-undang ini perlu diketahui masyarakat terkait dengan sertifikasi, legalisasi, dan labelisasi produk-produk yang akan dikonsumsi masyarakat. Sehingga mereka mendapat kepastian hukum, kepastian rasa, dan kepastian halal.

“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui jaminan produk halal. Sehingga sadar halal dapat tercipta di lingkungan masyarakat Indonesia, dan juga bisa memasyarakat untuk dunia,” papar Harjo.

Kepala Pusat Pembinaan Jaminan Produk Halal H. Amri Siregar dalam sambutannya menuturkan, BPJPH merupakan badan baru di Kemenag.

Umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia sehingga menjadi pasar terbesar produk halal. Hanya saja dari sisi produsen, Indonesia bukan yang terbesar. Produk-produk yang beredar kebanyakan berasal dari luar Indonesia.

“Karena produk-produknya dijual ke Indonesia, tentu perlu memiliki jaminan halal. Jangan heran, negara-negara yang non muslim juga care dengan produk halal. Bukan karena agamanya, tetapi dari segi bisnis,” jelas Amri.

Amri bersyukur, saat ini sudah ada UU yang mengatur jaminan produk halal. Menurutnya, hal ini semakin menguatkan pemahaman fikih yang selama ini dijalankan umat Islam.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama memikirkan dan menyebarkan kepada masyarakat agar sadar halal, gemar halal, dan cerdas halal. Insya Allah produk-produk yang beredar di lingkungan kita merupakan produk halal yang juga menumbuhkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Di pihak lain, Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dalam arahannya mengatakan kegiatan ini sangat penting mengingat 80 persen penduduk Indonesia adalah Islam.

“Saya kira badan ini memiliki peran yang strategis ke depan. Sebagai contoh, bila saya kaitkan dengan ICMI yang memiliki program Halal Mart, tentu BPJPH akan punya peran penting di sana. Apalagi di zaman milenial sekarang di mana sebagian besar masyarakat butuh sesuatu yang cepat, maka keberadaaan BPJPH akan menjamin kehalalan setiap produk-produk yang mereka pakai dan konsumsi,” tegas Fajri.

Dia berharap agar para peserta mengikuti kegiatan dengan sebaik mungkin sehingga bisa menyebarkan nilai-nilai yang terkandung dalam UU Nomor 33 Tahun 2014, demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang agamis dan berpegang teguh pada syariat Islam. (nat/tribunnews/dbs/foto:gomuslim)

 

 

 


Back to Top