Konsep Rumah Sakit Syariah Indonesia Dapat Tanggapan Positif dari Sejumlah Negara

gomuslim.co.id- Indonesia merupakan negara yang mempunyai Rumah Sakit berkonsep syariah. Konsep ini pun mendapat apresiasi dari sejumlah negara ketika Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (Mukisi) mensosialisasikan RS Syariah dalam forum internasional bertajuk Federation Islamic Medical Association (FIMA) dan Islamic Hospital Consortium (IHC) meeting di Islamic Hospital Amman, Jordan beberapa waktu lalu.  

Hal demikian disampaikan langsung Ketua Umum Mukisi sekaligus Direktur RS Islam Sultan Agung Semarang, Masyhudi baru-baru ini. “Alhamdulillah tanggapannya sangat positif. Di Jordan kami diminta menceritakan bagaimana RS Syariah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum itu berkumpul beberapa organisasi lain yang tergabung dalam IIMA (Indonesian Islamic Medical Association) yang juga hadir sebagai delegasi Indonesia, di antaranya FOKI (Forum Kedokteran Indonesia) dan PROKAMI (Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia).

Anggota Divisi Kerja Sama Internasional Mukisi dr Siti Aisyah Ismail MARS menjelaskan, Mukisi memberikan dua materi di dalam forum bergengsi tersebut, pertama, standar elemen penilaian Rumah Sakit (RS) Syariah yang disampaikan dr Masyhudi selaku Ketua Umum Mukisi dan Penelitian Dampak Implementasi Standar RS Syariah terhadap Kepuasan Karyawan yang disampaikan dr Aisyah sendiri selaku koordinator riset tersebut.

Selain itu, Mukisi juga menyampaikan laporan kegiatan dan pencapaian selama setahun terakhir. Di antara kegiatan dan pencapaian tersebut yaitu roadshow pendampingan RS Syariah, 1st International Islamic Healthcare Conference & Expo (IHEX) 2018, serta kolaborasi dengan perusahaan produk halal dan lembaga filantropi.

Kemudian dalam kesempatan tersebut, Mukisi juga mensosialisasikan 2nd IHEX yang akan digelar pada 22-24 Maret 2019 mendatang di Cendrawasih Hall JCC (Jakarta Convention Centre) agar semarak menegakkan syariat  Islam kian menggema.

Dihargai Dunia

Menurut Masyhudi, materi yang disampaikan Mukisi mendapat respon positif dari para audiens. “Standar yang kita keluarkan merupakan standar pertama di dunia, yang secara komprehensif mencakup aspek manajemen dan pelayanan rumah sakit. Beberapa Negara lain seperti Malaysia dan Pakistan juga membuat upaya serupa, namun belum holistik. Oleh sebab itu mereka sangat antusias mendengarkan paparan kami,” katanya.

Salah satunya adalah dr. Hafeez ur Rahman dari Pakistan yang menyampaikan penghargaan atas hasil kerja keras Mukisi. “Pakistan adalah satu-satunya negara yang memiliki Islam dalam konstitusi, tetapi kami berjuang untuk memiliki prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Indonesia, mampu menerapkan Prinsip Syariah di rumah sakit mereka. Ini telah mengangkat sekat (halangan) di dunia Muslim,” kata dr Hafeez.

Perwakilan dari Kenya, dr Ramahdan Suleiman Marga, juga turut memberikan tanggapan positif atas materi yang diberikan Mukisi. Ia mengatakan pentingnya prinsip syariah disisipkan dalam institut (universitas) kesehatan dan kedokteran.

“Mukisi harus berkolaborasi dengan institut medis dan keperawatan untuk menerapkan konsep ini, sehingga Anda bisa mendapatkan karyawan yang sudah memahami nilai-nilai syariah yang bekerja di rumah sakit Anda,” katanya.

Menurut Masyhudi, Mukisi saat ini sudah merampungkan standar RS Syariah versi Bahasa Inggris agar lebih mudah diadopsi oleh negara lain. Langkah ini sudah sampai pada babak final, tinggal menunggu approve dari DSN-MUI.

''Alhamdulillah DSN-MUI juga sangat mendukung upaya ini, dan siap menjalani semua proses sertifikasi yang dibutuhkan untuk RS Luar Negeri,'' katanya.

Menanggapi hal ini, dr Salisu Ismail, perwakilan dari Nigeria menyambut dengan positif. Dalam pemaparannya, Dokter Salisu mengungkapkan kebutuhannya akan standar syariah yang telah diterapkan Mukisi untuk diterjemahkan dalam Bahasa Inggris agar bisa dipahami dan diterapkan di Negaranya.

“Ini adalah karya luar biasa oleh Mukisi. Tolong terjemahkan standar ke dalam Bahasa Inggris. Kami ingin belajar dari Anda, dan mencoba menerapkan apa pun yang kami bisa di negara kami,” katanya.

Dikatakan dokter Aisyah Indonesia beruntung sebagai Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Hal ini membuat Negara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Baik dari bawah masyarakat yang menciptakan demand atau permintaan, serta dari atas DSN-MUI yang memberikan pengakuan dan sertifikasi.

“Negara-negara lain belum ada yang melibatkan otoritas kenegaraan dalam upaya menerapkan prinsip-prinsip syariah di rumah sakit,” tutupnya. (njs/suaramerdeka/dbd/foto:rsisultanagung)


Back to Top