Imam Masjid Istiqlal: Tahun Baru Islam Saatnya Umat Muslim Aplikasikan Enam Hal Ini

gomuslim.co.id- Komunitas Falakiyah dan Sains Jakarta Islamic Centre (KFS-JIC) telah menetapkan Tahun Baru 1 Muharram 1440 H jatuh pada Selasa (11/09/2018). Dalam rangka merayakan tahun baru umat Islam, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar memberikan beberapa pesan bagi masyarakat khususnya Muslim di Indonesia.

Ada enam hal yang menjadi perhatian bagi Nasaruddin. Pertama, ia ingin umat melihat tahun baru Islam ini sebagai momentum untuk melakukan introspeksi atas apa saja yang sudah dilakukan satu tahun belakangan.

"Kita harus berani menggunting dosa-dosa langganan kita yang selama ini sulit kita hentikan. Kita harus melihat tahun baru ini sebagai momentum introspeksi diri," ujarnya, Minggu (09/09/2018).

Kedua, ia mengajak umat untuk membuat sebuah perencanaan hidup yang lebih jelas, progresif, dan profesional.

“Dalam rangka menghadapi era persaingan semakin ketat, umat harus memiliki sikap profesionalitas. Tanpa profesionalistas, umat Islam semakin tertinggal dari persaingan yang ada,” sambungnya.

Dia mengimbau agar selalu berhati-hati dan waspada. Jangan sampai umat jatuh pada lubang atau kesalahan yang sama.

"Kelemahan kita sebagai umat adalah kita tidak belajar dari masa lalu. Kita harus berani berfikir lain dalam menyiapkan masa depan yang lebih baik demi umat," lanjutnya.

Pihaknya mengingatkan agar umat Muslim Indonesia untuk tidak menjadi seseorang yang konsumtif. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia, umat harus menjadi lebih produktif. Ini berguna untuk menyiapkan pribadi yang lebih mandiri.

Kelima adalah umat harus berani memulai sebuah perubahan dari diri sendiri dan keluarga. Jika diri sendiri dan keluarga sudah solid dan konsisten, maka ini bisa menjadi kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Terakhir, yang keenam, ia mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid. Sudah saatnya umat Islam membangun peradaban dunia Islam modern di masjid-masjid yang tersebar dan berada dekat dengan masyarakat.

Dia menilai yang terjadi selama ini adalah umat selalu memberdayakan masjid. Hal ini sudah waktunya untuk diubah.

"Selama ini kita melihat banyak meminta sunbangan untuk masjid, ini contoh kita memberdayakan masjid. Nah ini harus kita balik," katanya.

Ia mencontohkan masjid Nabi Muhammad SAW adalah bukti nyata masjid menjadi bengkel umat. 

"Mari kita ciptakan masjid seperti itu. Bayangkan jika umat belanja di masjid, di toko-toko yang ada di sana. Dijamin akan menambah pahala, halal, dan tentu keuntungan atau ekonomi berputar di umat," tandasnya. (nat/republika/dbs/foto:viva)