#1Muharram1440H

Jakarta Islamic Centre Peringati Tahun Baru Islam dengan Semarak ‘Gema Hijrah’

gomuslim.co.id- Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) Jakarta Islamic Centre menyambut tahun baru Islam 1440 Hijriyah dengan menggelar acara Gema Hijrah. Tema yang diusung adalah Peringatan Tahun Baru Islam Sebagai Momentum untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah  ini berlangsung selama tiga hari, 9 hingga 11 September 2018.

Kepala Sub Divisi Dakwah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) Jakarta Islamic Centre Ma'arif Fuadi, mengatakan tahun baru Islam atau biasa disebut tahun baru Hijriyah diperingati setiap tanggal 1 Muharam.

Penanggalan tahun Hijriyah ditetapkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab (khalifah kedua)  yang dimulai dari saat Nabi Muhammad SAW beserta sebagian pengikutnya hijrah dari Mekkah ke Madinah.

“Peristiwa ini mempunyai makna yang penting bagi umat Islam karena perpindahan Nabi Muhammad SAW beserta sebagian pengikutnya dari Mekkah ke Madinah menjadi awal kejayaan umat Islam,” tutur  Ma'arif, yang juga penanggung jawab Gema Hijrah JIC, Senin (10/09/2018).

Mengingat pentingnya peristiwa ini, Ma’arif menambahkan, maka untuk mengambil nilai dan spirit hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, umat Islam selalu memperingati tahun baru Hijriyah dengan melakukan berbagai kegiatan positif.

“Seperti dzikir, muhasabah, tabligh akbar, bakti sosial, dan lomba-lomba sebagai ajang gelar prestasi,” ujarnya.

Peringatan tahun baru Islam, sambung Ma’arif,  juga dapat menjadi bahan intropeksi, otokritik dan muhasabah akan kondisi umat Islam saat ini yang sedang mengalami kemunduran.

Atas dasar hal tersebut, maka Jakarta Islamic Centre melaksanakan peringatan tahun baru Islam 1440 H untuk menggugah kesadaran kaum Muslimin agar bangkit dari kemunduran dan menjadi umat yang terbaik sebagaimana yang dipesankan dalam Alquran.

Adapun jenis acara Gema Hijrah Jakarta Islamic Centre ini antara lain bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan penggalangan dana untuk bencana alam Lombok, public speaking camp untuk mahasiswa, pelatihan menulis puisi Islami, dan lomba karnaval yang diikuti lima ribu peserta pelajar dari tingkat PAUD sampai SLTA.

“Ada pula Musabaqah Hifzhil Qur'an antar majelis taklim, lomba tumpeng dan ditutup dengan kegiatan tabligh akbar pada malam tanggal satu Muharam yang diisi dengan dzikir, muhasabah i’tikaf, tausiyah dan qiyamullail,” tutupnya. (nat/rep/jic/dbs/foto:blog)

 

 


Back to Top