#KabarHaji

Kemenag: Inilah Produsen Kain Ihram untuk Jemaah Haji Indonesia

gomuslim.co.id- Terkait bahan kain ihram haji, Plt Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman mengkoreksi pernyataan ekonom senior Anwar Nasution terkait Ihram jemaah haji Indonesia buatan China.

Dalam hal ini, jemaah haji laki-laki yang akan berangkat memang mendapatkan kain ihram bukan dari Kementerian Agama, melainkan dari Bank Penerima Setoran awal (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sedang untuk jemaah perempuan, mereka mendapatkan mukena.

"Kain ihram untuk jemaah haji reguler dibuat sendiri oleh pengrajin dengan bahan berupa benang nomor 12S dari pabrik benang di dalam negeri," tutur Ramadhan.

Selanjutnya, Ramadhan menjelaskan untuk benang nomor 12S merupakan benang yang juga digunakan untuk pembuatan handuk. Kain ihram yang dibagikan kepada jemaah oleh BPS, terbuat dari benang nomor 12S tersebut.

“Kain ihram itu ditandai dengan sablon berwarna hijau bertuliskan Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, BPS bekerja sama dengan pengrajin dari Majalaya dan Pekalongan untuk membuat kain ihram. Pabrik tempat pembuatan kain ihram tersebut menggunakan benang nomor 12S.

Ramadhan mengakui bahwa ada juga kain ihram yang dijual di pasaran yang berasal dari Cina. Namun, dia memastikan kalau kain yang diberikan BPS ke jemaah reguler buatan dalam negeri.

"Tuduhan bahwa Kementerian Agama memberikan kain ihram buatan Cina kepada jemaah tidak sesuai fakta," pungkasnya.

Tak hanya kain ihram, jemaah haji reguler asal Indonesia juga mendapatkan kain batik. Kain ini juga diberikan sebagai suvenir dari BPS BPIH. Kain ihram, mukena, dan batik itu diberikan saat jemaah melakukan pelunasan BPIH.

Sementara itu, pada tahun 2018 ini, Indonesia memberangkatkan lebih dari 200 ribu jemaah haji ke Arab Saudi.

“Pihak kami berharap suvenir berupa kain ihram, mukena, dan batik buatan dalam negeri dapat ikut menghidupkan industri menengah ke bawah di Indonesia,” tandasnya. (nat/kemenag/dbs/foto:labaik)

 


Back to Top