Perusahaan Asal Dubai Ini Buka Investasi Emas Blockchain Bersertifikat Halal

gomuslim.co.id- Perusahaan asal Dubai ini meluncurkan produk baru dalam keuangan syariah. Perusahaan bernama OneGram ini  menyediakan kesempatan bagi investor yang tertarik dengan pasar keuangan Islam dan keamanan investasi untuk mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi yang cepat dalam industri blockchain.

Perusahaan jasa teknologi ini menciptakan investasi emas dengan menggunakan mata uang digital, blockchain. Investasi emas digital ini juga telah disertifikasi halal oleh the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) serta Al Maali Consulting yang berbasis di Dubai.

“Emas adalah salah satu bentuk uang pertama dalam masyarakat Islam. Jadi, langkah ini sudah tepat. Kami ingin membuktikan tatanan dan peraturan syariah sepenuhnya kompatibel dengan teknologi blockchain digital,” papar Ibrahim Mohammed, CEO OneGram, seperti dilansir dari publikasi SalaamGateway, Rabu, (19/09/2018).

Total maksimum 12.400.786 koin atau token OneGramCoin (OGC) telah disediakan dalam penawaran koin perdana (ICO) OneGram pada 21 Mei beberapa waktu yang lalu. Adapun setiap tokennya mewakili satu gram emas serta dapat ditukarkan.

Jika koin OGC tersebut terjual habis (crowdsale), maka akan menghasilkan lebih dari $ 554 juta. Hasil ini akan menjadikannya crowdsale cryptocurrency terbesar dalam sejarah. Untuk mengembangkan bisnisnya, perusahaan yang berkantor di Dubai ini juga telah menjual OGC di bursa emas GoldGuard, yang memperdagangkan dan mengatur emas.

Untuk diketahui,  GoldGuard dan OneGram adalah perusahaan patungan. GoldGuard mengelola sumber, penjualan, dan pengelolaan emas. Melalui dasbor yang canggih dan aman, pelanggan OneGram akan membeli ICO melalui GoldGuard. 

Selain itu, pihaknya juga telah melisensikan produk tersebut ke Zona Bebas Bandara Dubai, The Dubai Airport Free Zone (DAFZ), sebuah lembaga yang mengatur lisensi perdagangan dan visa kepada perusahaan internasional yang ingin berbisnis ke Dubai dalam zona bebas pajak.

“Dengan OneGram, kami menyediakan kesempatan bagi investor yang tertarik dengan pasar keuangan Islam dan keamanan investasi yang didukung komoditas untuk mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi yang cepat dalam industri blockchain,” pungkas Ibrahim.

OneGram bukanlah perusahaan rintisan (startup) pertama di dunia yang menggunakan pendekatan ini. Di Malaysia, HelloGold sebelumnya telah meluncurkan penawaran awal cryptocurrency emas di bulan Oktober 2017, setelah menerima persetujuan dari para cendekiawan Islam di Amanie Advisors yang berbasis di Kuala Lumpur.

Selain itu, ada juga yang lainnya, yakni Rantai Halal yang berkantor di Uni Emirat Arab yang melakukan ICO pada bulan Desember 2017 lalu. Token Rantai Halal tidak secara spesifik membuka investasi logam mulia, tetapi untuk segala barang yang diizinkan secara Islam, termasuk emas. (fau/salaamgateway/dbs/foto: onegram)

 

 


Back to Top