Meriahkan Festival Gayo 2018, Ekspedisi Burni Telong Kembali Digelar

gomuslim.co.id- Untuk memeriahkan Festival Daratan Gayo 2018,  Ekspedisi Burni Telong kembali digelar. Ekspedisi yang berlangsung pada 29 sampai 30 September 2018 ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pendakian Massal, camping, penanaman pohon, lomba foto, dan game edukasi.

Adapun, gelaran festival dataran tinggi Gayo atau Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018 ini sekaligus mempromosikandDataran tinggi Gayo-Alas sendiri meliputi 4 kabupaten, yakni Aceh Tengah (Takengon), Bener Meriah (Redelong), Gayo Lues (Blang Kejeren) dan Aceh Tenggara (Kutacane) yang dianugerahi kondisi alam yang subur, sejuk dan ideal untuk perkebunan kopi, tanaman hortikultura dan pariwisata. Di empat kabupaten inilah GAMIFest 2018 dilangsungkan sejak 14 September sampai 24 November 2018.

 

Pada pembukaan  GAMIFest  2018,  Jumat (14/9/2018) malam di Takengon, Aceh Tengah, plt Gubernur  Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan bahwa pasca-peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2018 bertema Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata oleh Menteri Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu, berbagai atraksi wisata menarik terus digelar di berbagai wilayah di Aceh untuk memperkenalkan branding The Light of Aceh kepada dunia sebagai sebuah tujuan wisata dengan ragam pesona alam dan budaya yang indah memukau.

Untuk diketahui, Gayo-Alas merupakan kawasan dataran tinggi di Aceh yang berada di punggung pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1500 Meter di atas permukaan laut. Gayo-Alas mencakup 4 kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Selain perkebunan kopi rakyat yang terhampar luas sebagai salah satu komoditi unggulan daerah tersebut, daerah ini telah banyak melahirkan seniman yang mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di mata dunia melalui pertunjukkan seni tradisinya, salah satunya Tari Saman yang telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Aceh dan khasanah budaya tak benda dunia yang perlu terus diperlihara dan dilestarikan oleh generasi muda.

“Gayo Alas Mountain International Festival atau GAMIFest 2018 pada dasarnya bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas budaya dan potensi sumber daya alam Gayo kepada dunia. Rangkaian kegiatannya telah dirancang sedemikian rupa, sehingga pengunjung akan merasakan sensasi pesona alam dan budaya Gayo-Alas yang berlangsung di empat kabupaten,” jelas Nova.

GAMIFest 2018 terdiri dari rangkaian acara, antara lain Tarian Massal, Pameran Handicraft, Lomba Perahu Tradisional, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Pacu Kuda Tradisional, Wisata Arung Jeuram serta ragam atraksi wisata dan budaya lainnya. Seluruh rangkaian acara itu adalah pintu gerbang untuk menjadikan Gayo Alas sebagai kawasan dynamic agroecology dan penggerak ekonomi hijau (green economy). (fau/disbudparaceh/dbs/foto: pkaaceh)

 

 


Back to Top