Menkominfo: Bisnis Transportasi Online Paling Dekat dengan Akad Syariah

gomuslim.co.id- Perkembangan industri bisnis digital di Indonesia semakin pesat. Telah banyak aplikasi yang menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat. Salah satunya adalah hadirnya bisnis transportasi online yang kini marak di kota-kota besar.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, bisnis transportasi online terbukti mampu mengatasi persoalan kemacetan hingga logistik di Tanah Air. Ia menilai,  bukan saja menjawab peluang bisnis, tapi juga memiliki nilai lebih dan paling mendekati syariah.

Pernyataan tersebut disampaikan Rudiantara dihadapan para mahasiswa Universitas Hasanuddin, Makassar, akhir pekan lalu. Bisnis transportasi online, kata dia, paling mendekati hukum syariah karena adanya akad atau perjanjian antara aplikator, seperti Go-Jek dan Grab dengan mitra pengemudi maupun mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam layanan pesan antar makanan.

“Konsep bisnisnya juga menggunakan pola bagi hasil atau mudharabah, yakni sekitar 20%.Ada kejelasan akad di depan. Pengguna taksi dulu, tidak tahu berapa biaya yang akan dibayar jika sudah tiba di tujuan. Sementara dengan taksi online, pengguna jasa tahu berapa biayanya sebelum jalan. Ini adalah model akad dalam bisnis syariah,” ungkapnya.

Karena konsep bisnisnya sudah sesuai hukum syariah, ia mengimbau masyarakat berpikir seperti para pendiri startup teknologi tersebut. "Menghadapi era industri 4.0 ini mahasiswa harus berani berpikir out of the box," ujarnya.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk berpikir inovatif dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Karena dengan begitu, mahasiswa bisa membangun bisnis di bidang digital untuk mengatasi segala persoalan. “Mahasiswa harus bisa berpikir inovatif, bahkan di luar bidang ilmu yang dipelajarinya,” katanya.

Di hadapan sekitar 3 ribu mahasiswa dan akademisi IPB, ia juga memaparkan tentang perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital, serta peranannya yang dinilai mampu menjadi tameng nasionalisme dari serbuan budaya asing, radikalisme, dan intoleransi.

Rudiantara mengatakan, Indonesia bakal menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Sejalan dengan hal itu, pemerintah dan dunia pendidikan perlu bahu-membahu menumbuhkan minat generasi muda di bidang teknopreneur dan keterampilan di bidang digital.

"Sehingga (mereka) mampu memandang permasalahan masyarakat sebagai tantangan untuk diselesaikan dan dimonetisasi," katanya.

Direktur Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB Heti Mulyati berharap, sivitas akademika IPB dapat mengetahui dinamika perkembangan digital dan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat kuliah umum ini. Selain itu, sivitas akademika IPB diharapkan mampu mengantisipasi perkembangan teknologi agar rasa nasionalismenya tidak luntur. (njs/katadata/foto:transportasiwatchonline)


Back to Top