Usung Budaya Lokal, Festival Karimunjawa 2018 Siap Digelar Akhir Pekan Ini

gomuslim.co.id- Pesona alam di Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terus dipersolek menyambut sejumlah wisatawan untuk berlibur di pulau tersebut. Salah satu yang telah dipersiapkan di tengah pekan ini yaitu Festival Karimunjawa 2018. Festival Karimunjawa digelar perdana mulai tahun 2018 dengan berbagai kegiatan mulai 25 hingga 30 September 2018.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Alamsyah, menerangkan Festival Karimunjawa secara khusus digelar untuk memeriahkan kegiatan di pulau terindah di Jawa Tengah itu.

“Festival Karimunjawa ini yang pertama. Ini tidak lepas karena Karimunjawa telah ditetapkan Kemenpar sebagai kawasan strategis pariwisata nasional,” ujar Alamsyah. 

Sementara itu, ada empat destinasi wisata di Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Selain Karimunjawa, tentunya ada Borobudur, Sangiran dan Dieng. Festival ini digelar untuk menambah minat wisatawan domestik ataupun mancanegara berkunjung ke wilayah ini.

Berdasarkan data dinas pariwisata pada 2017, Karimunjawa adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik didatangi wisatawan asing. Karimunjawa bahkan menjadi penyumbang prosentase mencapai 24,15 persen dari total wisatawan masuk di Jawa Tengah.

“Daya Tarik wisata alam disukai wisatawan mancanegara, dan Karimun itu nomor dua setelah Dieng, Karimun. Karimun ini salah satu idola dari wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Sejumlah agenda yang disiapkan adalah agenda yang rutin dilaksakan di wilayah itu, yaitu kegaitan berbasis budaya. Pemerintah mencoba mengangkat tradisi lokal untuk diperkenalkan secara global.

“Tradisi masyarakat sekitar misal Haul Sunan Nyamlungan, dan Barikan Kubro. Kegiatan itu sudah bertahan dalam tradisi di Karimunjawa. Lalu ada sail Karimun. Event seperti itu kami difasilitasi diperbesar skalanya untuk ‘dijual’ ke skala internasional dan masuk di wonderful Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah sendiri menarget ada 15.000 wisatawan yang berkunjung saat gelaran festival itu. Lantaran kegiatan berlangusng selama hampir sepekan, pemerintah berharap masa tinggal wisatawan di kawasan itu dapat lebih lama.

“Festival Karikunjawa lalu nanti Sail Karimun ini untuk menarik wisatawan baik mancanegara dan nusantara agar lebih lama tinggal di sana. Saat ini lama masa tinggal mengalami penurunan. Kalau kunjungan mengalami peningkatan 30 persen,” tandasnya.

Festival Karimunjawa dimulai pada hari ini dengan agenda Sapta Pesona, kemudian pada Rabu (26/09/2018) digelar Pentas Wayang Kulit, kemudian pada Kamis (27/09/2018) ada gelaran ekspo produk unggulan dan festival kuliner, workhsop dan lomba perahu hias, workshop pariwisata, tari dan music kesenian bunga Jabe, dan performing art.

Ada pula kegiatan Senam maumere, lomba menyanyi, ekspo produk karimunjawa, lomba blogger dan fotografi, sarasehan Sail 2018, lomba mancing, reog barongan dan pentas musik. Pada Sabtu (29/09/2018), digelar lomba menyanyi, tari Egreg Pesisiran, hingga CongRock –Reagee Beach.

Sedangkan, di hari terakhir, Minggu (30/09/2018), ada gelaran musik campursari, walking fun beach Karimunjawa, dan Lawak Jawa. Di penghujung acara ada pembagian hadiah dan dorprise bagi wisatawan yang beruntung. (nat/dbs/foto:wukitravel)


Back to Top